Cemburu, Oknum Pengacara Aniaya Pacarnya

Tersangka saat dikawal penyidik ketika akan dihadirkan dalam confrence pers yang digelar Kasat Reskrim di ruang Humas Polres Merauke, kemarin.(Sulo/Cepos)

Kasat Reskrim AKP Agus F. Pombos, SIK bersama penyidik lainnya saat memperlihatkan foto korban yang tak lain pacar tersangka setelah dianiaya tersangka. (Sulo/Cepos)

MERAUKE– Diduga karena dibakar api cemburu, seorang oknum pengacara di Merauke berinisial YIH (26) tega menganiaya pacarnya bernama Regina Surya Yanesy. Kasus penganiayaan ini dilakukan oleh pelaku YIH pada Senin (19/7) sekitar pukul 05.00 WIT. Tersangka kini ditahan oleh Reserse Kriminal Polres Merauke.
Kapolres Merauke AKBP Ir. Untung Sangaji, MHum melalui Kasat Reskrim AKP Agus F. Pombos, SIK, saat menggelar conference pers mengungkapkan, kasus penganiayaan ini berawal saat tersangka datang ke rumah korban yang merupakan pacar tersangka di sekitar Lampu Satu Merauke.
Kemudian, tersangka memanjat pohon untuk naik ke lantai dua rumah korban. Tersangka kemudian sempat melihat korban berada dalam kamar korban melalui jendela kamar. Setelah itu, tersangka kemudian turun dari atas lantai dua rumah korban dan balik ke rumahnya sambil memanggil keluarganya untuk ikut bersamanya ke rumah korban.
Sampai di rumah korban, kemudian tersangka membuka pintu depan rumah korban dengan menggunakan kunci cadangan. Kemudian tersangka naik ke atas lantai dua bersama keluarganya dan bertemu dengan korban.
“Tersangka kemudian melakukan kekerasan dengan tersangka duduk di kaki korban yang saat itu posisi korban lagi duduk di lantai. Kemudian tersangka menggunakan jari tangannya menusukan ke arah perut korban berulang kali, yang mana saat itu korban mengalami sakit perut, namun tersangka terus menusuknya,” katanya.
Tersangka sempat dilerai oleh saksi bernama David, tak lama kemudian korban turun ke lantai satu pingsan karena bertengkar dengan korban dan keluarga tersangka. Bahkan, korban lanjut Kasat Reskrim sempat juga dihina oleh tersangka dengan kata-kata yang tak pantas dikeluarkan.
“Setelah itu, korban kembali dibawa ke lantai dua dan beberapa saat kemudian lalu sadar dari pingsan,” jelasnya.
Namun tersangka naik lagi ke lantai dua dan menampar korban menggunakan tangan kanannya mengenai pipi kiri korban. “Pada saat korban tak berdaya, keluarga tersangka membawa barang-barang korban berupa tudung saji, tempat bawang, tempat nasi, ember, sandal milik saksi Sumarti, HP merk Vivo, kunci mobil dan STNK mobil tanpa seizin dengan korban.
Atas perbuatannya tersebut, tersangka dijerat dengan Pasal Primer 365 ayat (2) ke-1 dan ke-2 subsidair Pasal 365 ayat (1) KUHP dan atau Pasal 310 KUHP ayat (1) KUHP tentang pencurian dengan kekerasan dan atau penghinaan. (ulo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *