Lindungi Anak dan Perempuan, Gandeng Berbagai Pihak

Ramlia Salim.(Denny/ Cepos)

WAMENA-Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan anak dan Keluarga Berencana (DP2AKB) Kabupaten Jayawijaya Ramlia Salim mengungkapkan bahwa dalam rangka memberikan perlindungan terhadap perempuan dan anak, pihaknya telah melakukan kerjasama dan berbagi tugas dengan berbagai pihak. Diantarnaya, dengan Yayasan Humi Inane dan juga Unit PPA Polres Jayawijaya, sehingga laporan tentang kekerasan terhadap perempuan dan anak bisa ditangani bersama.
Menurut Ramlia Salim, untuk saat ini di DP2AKB memang tidak ada laporan tentang kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. Namun, ia belum tahu apakah Yayasan Humi Inane dan PPA Polres Jayawijaya ada menangani kasus ini atau tidak.
“Saat ini kalau perempuan dan anak yang mengalami kekerasan mereka boleh melaporkan situasi mereka, ke PPA atau Yayasan Humi Inane sebagai yayasan lokal yang selama ini sudah menangani kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak atau kekerasan dalam rumah tangga,” ungkapnya Sabtu (24/7) kemarin.
Masalah semacam ini, kata Ramlia, membuat anak -anak lebih ingin mengekspresikan diri di jalanan. Sebenarnya ada di Dinas Sosial, sementara untuk DP2AKB hanya melakukan pemenuhan hak anak tersebut, seperti hak untuk hidup, bertumbuh, dan berpartisipasi.
“Negatifnya anak-anak yang sering berada di jalan ini. Seharusnya berpartisipasi dalam hal yang positif , namun selama ini kalau dilihat partisipasi dari anak -anak ini lebih banyak kurang positif, namun sebenarnya ada sebab akibat mereka seperti itu,”katanya.
Menurut Salim, kebanyakan anak -anak jalanan ini tak hanya di Jayawijaya, namun lebih dominan dari kabupaten pemekaran, kemungkinan mereka merasa lebih senang hidup di Jayawijaya atau untuk mengembangkan diri atau mencari sesuap nasi ternyata lebih mudah jika berada di jalan.
“Masalah anak jalanan ini sebenarnya bukan hanya pekerjaan rumah untuk pemda Jayawijaya saja, tetapi juga pemerintah di kabupaten pemekaran, karena sebenarnya anak -anak ini tidak sendirian, tetapi ada keluarganya, namun mereka tinggalkan karena merasa nyaman berada di luar rumah,”tutupnya. (jo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *