Gawat 400 Orang Lebih Dilaporkan Tersandera di Elelim

Para sopir dan kondektur menempati bagian kolong truk sebagai tempat tinggal mereka lantaran tidak bisa melanjutkan perjalanan ke Wamena dan tertahan di Elelim selama 13 hari hingga hari ini, Senin (26/7)

JAYAPURA – Tak banyak yang mengetahui bahwa dampak dari PSU Pilkada Kabupaten Yalimo saat ini ada 400 lebih orang tersandera di Distrik Elelim, Yalimo.

Ratusan orang ini sebagian besar bekerja sebagai sopir dan kondektur.

Pihak Forum Komunikasi Lintas Kerukunan Nusantara meminta Pemerintah Provinsi Papua dan Polda Papua segera turun tangan. “Ada 400 lebih warga dari berbagai paguyuban tersandera di Elelim. Mereka tidak bisa melanjutkan perjalanan ke Wamena maupun balik arah ke Jayapura. Tersandera karena para sopir dan kondektur ini mendapat ancaman dari kelompok masyarakat jika nekat melanjutkan perjalanan,” kata Ketua Forum Komunikasi Lintas Kerukunan Nusantara, Ir H Junaedi Rahim didampingi sejumlah pengurus paguyuban nusantara di Entrop, Senin (26/7).

Warga paguyuban ini tak bisa ke mana – mana terhitung sejak 13 Juni lalu dan saat ini berada di Elelim sambil menunggu situasi kondusif.

Kata Junaedi dari laporan yang ia terima para warga paguyuban ini sudah ada yang sakit karena hampir 2 minggu tertahan. Selain itu stok bahan makanan juga menipis dan para sopir maupun kondektur tidak berani membongkar barang muatan karena akan dianiaya. “Para sopir ini ada yang tujuannya ke Wamena, tapi ada juga yang mau ke Jayapura lewat jalur darat tapi semua akses pasti lewat Elelim, Yalimo dan di lokasi ini mereka diancam tidak boleh ke mana – mana sehingga kami minta Pemprov maupun Polda untuk segera menindaklanjuti. Jangan masyarakat yang bekerja menyuplai bahan makanan untuk daerah-daerah justru dijadikan komoditi politik. Menyandera, mengancam dan akhirnya banyak yang sakit,” bebernya.

Para sopir banyak yang sakit lantaran kebanyakan tidur di bawah kolong truk. “Silakan lihat fotonya, mereka tidur di bawah kolong truk dan bahan makanan mulai menipis. Kami minta ini segera disikapi,” tegasnya. (ade/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *