Galian Kotak Keempat, Belum Ditemukan Benda Prasejarah

Salah satu pegawai dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Jayapura, Rizal yang tergabung dalam Tim Penelitian Balai Arkeologi Papua, ketika melakukan ekskavasi atau penggalian terhadap kotak keempat yang berlangsung di Situs Khulitiyauw, Kampung Abar, Distrik Ebungfauw, Kabupaten Jayapura, Sabtu (24/7).(Yewen/Cepos)

 

SENTANI– Penelitian terhadap benda-benda prasejarah masa lalu di wilayah Sentani Bagian Tengah terus dilakukan oleh Balai Arkeologi Papua bersama tim dan masyarakat setempat di Situs Khulitiyauw, Kampung Abar, Distrik Ebungfauw, Kabupaten Jayapura.

Terhitung sudah kurang lebih tiga minggu Balai Arkeologi Papua bersama tim dan masyarakat setempat mencari benda-benda prasejarah yang ada di lokasi tersebut. Memang terdapat ribuan serpihan gerabah di Situs Khulitiyauw, tapi saat dilakukan ekskavasi atau penggalian, tidak ditemukan adanya bekas-bekas peniggalan yang ada di situs tersebut.

Terhitung sudah empat ekskavasi atau penggalian yang dilakukan. Mulai dari penggalian pertama hingga penggalian keempat, hanya menemukan tanah kosong, bahkan bebatuan. Hal ini tentu membuat penasaran para tim dalam melakukan penelitian di lokasi tersebut.

“Ini sudah penggalian keempat yang kami lakukan, tapi belum juga menemukan bekas-bekas meninggalan, seperti arang, serpihan gerabah bekas peninggalan. Memang di bagian atas terdapat serpihan gerabah, tapi saat digali lebih dalam, justru tidak ada satupun serpihan gerabah yang ditemukan,” kata Peneliti Balai Arkeologi Papua, Hari Suroto kepada cenderawasih pos di Kampung Abar, Distrik Ebungfauw, Kabupaten Jayapura, Sabtu (24/7).

Meskipun demikian, kata Hari Suroto pihaknya akan tetap terus melakukan ekskavasi dengan sisa waktu yang ada. Selain itu, serpihan gerabah dan tanah maupun benda-benda yang ditemukan selama penggalian ini akan dilakukan analisis untuk mencari tahu tentang Situs Khulitiyauw tersebut.

“Nanti serpihan gerabah yang kami temukan, benda-benda lain yang kami temukan selama penggalian ini kami telah kumpulkan dan akan kami lakukan analisis serta perbandingan dengan gerabah yang dibuat saat ini oleh masyarakat di Kampung Abar,” ucap pria yang akrab disapa Mas Hari ini.

Hari Suroto menjelaskan, pihaknya pada hari Senin besok (hari ini-red) akan kembali lagi melakukan survei dan melihat titik koordinat di Situs Khulitiyauw, guna mencari tahu tentang lokasi yang tepat untuk dilakukan penggalian lagi di kotak yang kelima.

“Sebelum kita lakukan penggalian, kita akan melakukan survei, sehingga menentukan koordinat dan lokasi penggalian di kotak yang berikutnya,” jelasnya. (bet/tho)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *