Datang Dalam Kondisi Berat, Pasien Covid-19 Sulit Diselamatkan

Dr. Nevile R. Muskita.(Sulo/Cepos)

MERAUKE– Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke dr. Nevile R. Muskita menjelaskan bahwa banyaknya pasien Covid yang meninggal dalam 2 bulan terakhir karena rata-rata pasien Covid-19 yang datang tersebut dalam kondisi berat. Saturasi O2 di bawah 95 persen.
“Rata-rata yang meninggal ini datang dalam kondisi berat. Saturasi O2 di bawah 95 persen, sehingga penanganannya sudah berat. Belum lagi kalau ada komorbid atau penyakit bawaan,’’ kata Nevile Muskita kepada wartawan saat datang memantau pelaksanaan vaksinasi tahap II di Mapolres Merauke.
Terkait dengan 9 pasien Covid yang meninggal di hari Jumat, Nevile juga menjelaskan bahwa yang meninggal tersebut rata-rata memiliki umur di atas 50 tahun. Dikatakan, dari 9 orang meninggal tersebut, ada yang meninggal di rumahnya. “Seperti di Bampel itu dia meninggal pagi di rumahnya. Kemudian dari puskesmas Mopah saya suruh swab jenazah ternyata hasilnya positif,” terangnya.
Soal kekurangan oksigen yang dialami oleh rumah sakit yang menyebabkan 9 pasien Covid tersebut meninggal, Nevile meminta wartawan untuk mengkonfirmasi langsung ke pihak RSUD Merauke. Namun demikian, menurut dia, untuk produksi oksigen tersebut bisa dilakukan RSUD Merauke, namun sistem sentral dengan kapasitas 8-9 tabung perhari.
Sementara di Merauke ada 2 produksi oksigen oleh swasta., Pertama di Toko Indah dan Toko Jaya. ‘’Kalau Toko Indah, setiap 2 jam produksinya sekitar 5 tabung. Kalau tiap hari kerja 7 jam, maka produksinya sekitar 17 tabung. Sementara Toko Jaya, lanjut Nevil, cukup besar. Bisa 192 tabung setiap hari dengan ukuran setiap tabungnya dengan ukuran 6 liter. (ulo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *