Bangun SDM Papua dengan Pendidikan Pola Asrama

Bupati Tolikara Usman G. Wanimbo, SE., M.Si., saat melakukan peletakan batu pertama pembangunan aula Klasis dan beberapa pembagunan lainnya disaksikan Presiden GIDI, Pdt. Dorman Wandikbo, S.Th., dalam rangka persiapan Konferensi BPL Tahunan di Distrik Kanggime, Jumat (23/7) lalu.(Diskominfo Tolikara)

*Presiden GIDI Apresiasi Bupati Tolikara
KANGGIME-Presiden Gereja Injili Di Indonesia (GIDI) Pendeta Dorman Wandikbo, STh., didampingi Bupati Tolikara Usman G. Wanimbo, SE., M.Si., meletakkan batu pertama pembangunan Aula Klasis Kanggime dan Aula Klasis Toma, Jumat (23/7) lalu.
Acara ini dirangkai dengan pengguntingan dimulainya pembagunan beberapa infrastruktur dasar lain yaitu peningkatan jalan lingkar Kanggime, pembangunan rumah warga, pembangunan jaringan air bersih, pembangunan jaringan listrik, peningkatan lapangan terbang dan Bandara Kanggime.
Usai peletakan batu  itu dilanjutkan dengan kunjungan ke sekolah berpola asrama di Kutime,menemui para dewan guru TK, SD,d an SMP Kutime.
Di sela-sela kunjungan di sekolah berpola asrama itu, Presiden GIDI Pdt. Dorman Wandikbo, S.Th mengapresiasi Bupati Tolilara, Usman G. Wanimbo membangun manusia unggul dengan bangun sekolah berpola asrama. Karena terbukti  orang – orang hebat Papua yang pernah menjadi Gubernur Papua mulai dari Isac Hindom, Fredi Numberi, JP Solossa, Barnabas Suebu dan gubernur sekarang Lukas Enembe, mereka saat sekolah, tinggal di asrama.
Dikatakan, para tokoh Papua tersebut mendapat didikan misionaris gereja dengan pendidikan berpola asrama. Karena itu, membangun manusia Papua yang unggul dengan pendidikan berpola asrama. Oleh sebab itu, Pdt. Dorman Wandikbo menyebutkan, apa yang sudah dilakukan Bupati Usman Wanimbo patut dikembangkan di seluruh Papua.
“Saya lihat model pendidikan berpola asrama ini sangat baik dan cocok untuk dikembangkan di Papua. Karena setiap anak-anak pernah sekolah berpola asrama pasti berhasil. Ini sangat cocok untuk anak-anak Papua,” ungkap Pdt. Dorman Wandikbo dalam rilis yang diterima Cenderawasih Pos, Minggu (25/7).
Untuk aula Klasis Kanggime menurut Pdt. Dorman Wandikbo, dibangun untuk persiapan kegiatan Konferensi Badan Pekerja Lengkap (BPL) tahunan. Menurut rencana kegiatan ini digelar bulan November 2021. Namun akibat pandemi Covid-19, konferensi ini ditunda November 2022. Karena itu, pihaknya dan Ketua Panitia Konferensi BPL, Usman G. Wanimbo bersama anggota sepakat Konferensi  BPL ditunda bulan November 2022 dengan lokasi sesuai renacana awal di Kanggime.
Menurut Pdt. Dorman Wandikbo kegiatan Konferensi BPL tahunan ini biasanya dihadiri peserta dari dewan gereja, ketua klasis dan ketua wilayah dari berbagai daerah di Indonesia. Bahkan mitra pelayanan dari berbagai negara di seluruh Dunia.
Untuk itu kegiatan yang semula direncanakan bulan November tahun 2021 ditunda bulan November tahun 2022 akibat situasi merebaknya wabah virus Corona yang disusul muncul varian delta yang lebih ganas.
“Salah satu alasan utama tertundanya kegiatan Konferensi BPL ini karena tidak bisa hadirnya mitra pelayanan dari beberapa negara termasuk dewan gereja dari beberapa daerah di Indonesia akibat Covid-19. Jemaat Gereja GIDI di Tolikara terutama Wilayah Toli maklum dengan kondisi ini,” jelasnya.
Terkait hal ini, Pdt. Dorman Wandikbo mengimbau seluruh Jemaat GIDI yang berprofesi sebagi ASN, aparat TNI-Polri, aparat desa termasuk semua warga petani untuk bersama-sama kerja gotong-royong menata daerah Kanggime dan sekitarnya untuk menyambut kegiatan konferensi BPL.
“Pemerintah Tolikara siap bantu apa yang bisa mereka bantu. Namun antusiasme jemaat wilayah Toli khususnya di Kanggime dan sekitarnya terlihat siap menyambut kegiatan Konferensi BPL. Karena terlihat beberapa bangunan rumah baru menunjukkan jemaat sedang siap menyambut kegiatan Konferensi BPL,” tuturnya.
“Saya lihat ada bangunan rumah baru. Sekira 24 rumah jemaat Gereja GIDI Kanggime bangun dalam tahun ini. Saya percaya jumlah rumah itu akan bertambah dan ini bagian dari kerja sama semua pihak untuk bahu-membahu persiapkan diri menyambut kegiatan Konferensi BPL,” sambungnya.
Ditambahkan, membangun Papua harus melalui basis gereja. Sebab jika pemerintah membagun Papua  di luar gereja, pasti sulit. Apalagi daerah Tolikara pada khususnya dan pengunungan tengah Papua bahkan Pulau Papua dibuka dengan misi gereja.
“Sebelum pemerintah masuk di Papua, gereja sudah lebih dulu masuk dan ada di Papua.  Karena itu, kami berharap pemerintah membagun Papua harus berbasis misi gereja. Soal bangun infrastruktur dasar, rumah, air bersih, jaringan listrik, telekomunikasi dan lain-lain, bicara dalam gereja semua pasti berjalan sesuai target dan sukses,” pungkasnya.
Sementara itu Ketua Panitia Konferensi Badan Pekerja Lengkap BPL Tahunan yang juga Bupati Tolikara, Usman G.Wanimbo, SE., M.Si mengatakan, dalam rapat Presiden Gereja GIDI bersama Walayah Toli, memilih beberapa kader gereja GIDI termasuk dirinya sebagai menjadi Ketua Panitia.
Rencana awal konferensi ini digelar bulan November 2021. Namun berhubung adanya wabah Covid-19 yang membatasi aktivitas masyarakat, akhirnya Konferensi BPL ditunda bulan November tahun 2022 mendatang. Keputusan penundaan ini sebuah hasil putusan yang bijaksanan untuk kebaikan kita bersama,” tuturnya.
Terkait dengan konferensi ini, dirinya sebagai kader gereja GIDI yang saat ini mendapat amanat rakyat menjadi Bupati Tolikara telah mengusulkan program pembagunan beberapa fasilitas umum di Kanggime dan sekitarnya. Fasilitas umum yang dibangun tahun ini di antaranya aula Klasis Kanggime, peningkatan jalan lingkar Kanggime, perumahan warga, jaringan air bersih, jaringan listrik dan peningkatan lapangan terbang.
“Saya mengajak semua kader gereja GIDI yang memangku jabatan di DPRD, DPRP, MRP, DPR RI dan kepala OPD, pejabat eselon bahkan staf, mari datang memberikan sumbangan kasih mempersiapkan fasilitas Konferensi BPL tahunan ini,” tambahnya.(Diskominfo Tolikara/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *