RSUD Jayapura Butuh Penambahan Nakes

Gamel/Cepos Banyaknya warga Kota dan Kabupaten Jayapura yang terpapar Covid-19 membuat kebutuhan tabung oksigen melonjak naik. Dalam sehari untuk RSUD Jayapura membutuhkan sekira 200 tabung dan saat ini banyak rumah sakit yang kesulitan mendapatkan tabung oksigen. Tampak tumpukan tabung oksigen di RSUD Jayapura yang kosong, Jumat (23/7).

JAYAPURA-Direktur RSUD Jayapura, drg. Aloysius Giay M.Kes menyatakan bahwa saat ini RSUD Jayapura sangat membutuhkan tenaga kesehatan (Nakes) berapapun jumlahnya.
Dengan terpaparnya 87 nakes di RSUD Jayapura, maka mau tidak mau manajemen harus menutupi celah yang menganga. Pihak manajemen rumah sakit sendiri sudah menyampaikan kondisi tersebut kepada Gubernur Papua dan Dinas Kesehatan Provinsi Papua yang diminta untuk ikut menyiapkan.
“Ada petugas kami berjumlah 87 yang terpapar dan dalam seminggu terakhir ada 2 perawat kami meninggal. Jumlah nakes di Dok II sendiri keseluruhan berjumlah 1.125 orang. Namun dengan kondisi Covid yang semakin sulit terkontrol, tentunya kami membutuhkan tenaga tambahan,” beber Aloysius menjawab pertanyaan Cenderawasih Pos saat ditemui di Hotel Suni Abepura, Rabu (21/7) lalu.
Ia menyatakan sudah memberitahukan situasi ini kepada gubernur dan sifatnya sangat emergency. “Kami butuh sekali penambahan tenaga kesehatan,” ujar Aloysius. Apalagi dikatakan salah satu dokter andalannya, dr. Victor juga ikut terpapar. Salah satu peluang yang bisa dipakai adalah memanfaatkan nakes dari Fakultas Kedokteran Uncen.
Hanya saja persoalannya saat ini adalah pihak rumah sakit belum memiliki anggaran untuk membayar nakes kontrak tersebut sehingga ia berharap persoalan ini bisa segera dipecahkan. “Dinas kesehatan diminta membantu kemudian menyebar nakes – nakes tersebut ke rumah sakit – rumah sakit,” tambahnya.
Terkait anggaran ini, Aloysius berharap jika ada dana yang diberikan, pihaknya akan langsung merekrut dan yang penting bisa dipertanggungjawabkan. “Soalnya kalau mau tunggu kapan lagi,” bebernya.
Disinggung soal varian Delta yang sudah masuk ke Merauke apakah sudah terbaca indikasinya di Jayapura, menurut Aloysius hingga kini belum ada informasi ril soal varian delta yang terbaca ada di Papua. “Itu bisa dijawab oleh Labkesda, bisa jadi sudah ada tapi perlu penelitian,” imbuhnya.
Selain nakes, Aloysius juga membenarkan jika pihaknya masih membutuhkan tambahan tabung oksigen. Ia menyebut tanggal 7 Agustus pihak rumah sakit bersama pihak ketiga dan KSO akan mencoba memproduksi sendiri. “Semoga minggu kedua Agustus kami sudah bisa produksi sendiri dengan jumlah 300 tabung perhari. Dengan kondisi ini kami juga mulai mengurangi pasien umum karena semua bed terisi pasien covid, jangan sampai pasien umum justru terpapar. Kami tidak menolak pasien meski harus dilayani di lorong, diteras yang penting penanganan sama,” tegasnya.
Sementara informasi yang diperoleh dari petugas medis di IGD RSUD Dok II untuk satu pasien bisa menghabiskan 5 tabung oksigen dalam sehari. (ade/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *