Reagen PCR Habis, Angka Harian Covid Menurun

dr. Nevile R. Muskita.(Sulo/Cepos)

MERAUKE- Dalam beberapa hari ini, angka harian yang terkonfirmasi Covid-19 seakan menunjukkan penurunan dibandingkan dengan beberapa hari sebelumnya. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke dr. Nevile R. Muskita menjelaskan bahwa penurunan itu bukan karena trend penyebaran Covid di Merauke yang mulai menurun, namun karena pihak RSUD Merauke yang kehabisan reagen PCR.
Reagen adalah ekstraksi yang digunakan dalam pengecekan spesimen. Reagen berisi sejumlah senyawa kimia untuk mendeteksi SARS-COV-2, virus penyebab Covid-19. “Kalau kita lihat laporan harian dalam beberapa hari, angka harian yang terkonfirmasi memang sedikit karena stok reagen PCR yang ada di rumah sakit habis. Yang di pakai sekarang hanya alat Test Cepat Molekuler (TCM), namun untuk sekali pemeriksaan itu dalam jumlah sedikit. Beda dengan PCR yang sekali pemeriksaan bisa sampai 96 sampel,” terangnya.
Secara terpisah, Bupati Merauke Drs. Romanus Mbaraka, MT, membenarkan kehabisan stok reagen PCR yang dialami RSUD sekarang ini. Menurut dia, stok reagen tersebut cepat habis karena dengan kebijakan dia, ketika ada warga yang ditemukan terkonfirmasi positif Covid di satu lingkungan maka semua yang kontak di tempat tersebut dilakukan PCR.
Direktur RSUD Merauke dr. Yenny Mahuze dihubungi terpisah mengaku bahwa saat ini stok reagen PCR sudah habis beberapa hari lalu. “Kita sudah pesan tapi sampai sekarang belum datang. Dan stoknya di pasaran juga sulit diperoleh karena semua rumah sakit maupun klinik yang memiliki PCR itu membutuhkan reagen itu. Tapi, sekarang sudah ada tinggal mau dinaikan ke pesawat di jakarta,” tandasnya.
Yenny Mahuze menjelaskan bahwa saat ini terjadi antrean sampel swab yang akan diperiksa lewat PCR tersebut. “Sekarang sampel swab yang menunggu untuk diperiksa sudah mencapai 800. Jumlah itu belum termasuk yang datang dari puskesmas-puskesmas.”ujarnya.
Menurutnya, sampel swab yang diperiksa di PCR adalah sampel swab yang sudah diperiksa lewat antigen dan positif. “Yang kita periksa lewat PCR hanya hasil swab yang setelah diperiksa lewat antigen positif. Pemeriksaan lewat PCR ini untuk memastikan apakah hasil swab tersebut benar-benar positif terkonfirmasi Covid atau tidak. Kalau positif antigen, tidak selamanya terkonfirmasi Covid,” pungkasnya. (ulo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *