PPK Pengadaan Kapal Fiktif Divonis 16 Bulan Penjara

MERAUKE-Setelah 2 tersangka korupsi pengadaan kapal fiktif pada Dinas Perikanan Kabupaten Merauke yang bersumber dari dana Otsus tahun 2018 dijatuhi hukuman penjara, maka giliran pejabat pembuat komitmen (PPK) pada Dinas Perikanan Kabupaten Merauke Agustinus Sanda divonis bersalah oleh Majelis Hakim Tindak Pidana Korupsi.
“Untuk tersangka Agustinus Sanda, oleh Majelis Hakim Pengadilan Tikipor menyatakan tersangka terbukti bersalah dan menjatuhi hukuman penjara selama 1 tahun 4 bulan,’’ kata Kepala Kejaksaan Negeri Merauke I Wayan Sumertayasa, SH, MH didampingi Kasi Pidsus Sugiyanto, SH, Kamis (22/7).
Menurut Kajari, tersangka dinyatakan terbukti sebagaimana dakwaan kedua Pasal 3 UU Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dan diperbaharui dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupi. Putusan yang dijatuhkan kepada tersangka Agustinus Sanda ini sama dengan putusan kedua terdakwa sebelumnya dalam kasus yang sama.
Sebelumnya JPU menuntut terdakwa selama 1 tahun 9 bulan denda Rp 60 juta subsidair 3 bulan kurungan. Untuk eksekusi tersangka, menurut Kajari, pihaknya masih menunggu salinan putusan dari Majelis Hakim Tipikor Jayapura. “Eksekusi kita lakukan setelah menerima salinan putusan,” tandasnya.
Sementara 2 terdakwa sebelumnya yang telah divonis duluan, menurut Kajari, eksekusi sudah dilakukan. Karena Covid, maka eksekusi dilakukan di Lembaga Pemasyarakatan Klas IIB Merauke. “Seharusnya di Lembaga Kelas IIA Abepura, tapi karena kondisi Covid, sehingga eksekusinya dilakukan di LP Klas IIB Merauke,” terangnya.
Diketahui, pada tahun 2018 lalu, Pemkab Merauke melalui Dinas Perikanan melakukan Pengadaan Sarana dan Prasarana Penangkap Ikan Bagi Nelayan di Kampung Wanam, Wogikel, Bibikem, Padua Distrik Ilwayab dengan pagu Rp 3.809.460.360,00 yang bersumber dari dana Otsus. Kemudian uang muka 20 persen dicairkan sebesar Rp 682 juta lebih. Namun sampai tahun anggaran 2018 selesai bahkan masuk tahun anggaran 2019, kapal yang dimaksud tidak ada alias fiktif. (ulo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *