Dinkes Terkendala Tangkal Info Hoax Covid-19

Aktifitas Masyarakat di Pasar Jibama yang jauh dari Penerapan Protokol Kesehatan. Jarang para pedagang maupu pembeli yang memakai masker dan jaga jarak.(Denny/ Cepos)

Masih Banyak Warga Tak Taat Prokes Karena Tak Percaya Adanya Covid-19
WAMENA-Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jayawijaya dr. Willy Mambieuw, Sp.B mengaku masih terus memberikan imbauan kepada masyarakat, khususnya untuk penerapan protokol kesehatan. Sebab selama ini, sebagian besar masyarakat Jayawijaya tak percaya adanya Covid-19 di Jayawijaya, hasilnya dalam melakukan aktifitas di pasar maupun tempat keramaian banyak yang tidak menggunakan masker.
Hal ini disebabkan karena banyak informasi hoax yang lebih dipercaya oleh masyarakat dari pada mendengarkan petugas kesehatan yang memberikan informasi dan edukasi. “Kami sebenarnya telah berupaya untuk memberikan pemahaman lewat sosialisasi kepada masyarakat, baik di kampung maupun distrik, seperti kemarin beberapa teman-teman baru pulang dari Distrik Wolo, namun masih banyak yang menolak vaksinasi dan Prokes,”ungkapnya Jumat (23/7) kemarin.
Pihaknya juga berupaya untuk menangkal informasi hoax yang beredarnya lebih cepat dibandingkan informasi yang benar dalam masyarakat. Itu yang sementara sedang dilakukan petugas dari Dinas kesehatan sendiri, artinya saat ini masyarakat lebih mempercayai informasi hoax ketimbang mempercayai adanya bahaya dari Covid -19.
“Saat ini kita sedang berusaha untuk menanggkal informasi hoax yang menyesatkan masyarakat di Jayawijaya, yang terus mengajak masyarakat untuk tak percaya dengan adanya Covid-19 yang sementara ini sedang berkembang,” jelas Dokter Willy.
Ia juga menyebutkan jika informasi hoax yang menyesatkan masyarakat ini beredarnya lebih cepat dibandingkan dengan sosialisasi yang dilakukan oleh Dinas kesehatan atau efek dari kegunaan vaksinasi ini, sehingga masyarakat lebih percaya dengan informasi yang tidak memberikan pembelajaran kepada masyarakat.
“Kami ingin masyarakat tidak termakan informasi yang tidak mendidik, sebab vaksinasi itu bukan untuk penyembuhan, vaksinasi itu dilakukan agar tubuh kita kebal dari serangan Covid -19, artinya meskipun bisa kena tetapi tidak fatal,”jelasnya. (jo/tri)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *