Tim Satgas Covid Diminta Tidak Ragu Bertindak Tegas! 

Kabag Ops Polres Merauke AKP Micha Toding Potty, SIK, SH saat memberikan arahan  kepada Tyim Satgas Covid-19  yang akan turun melakukan penegakan PPKM dan Surat Edaran Bupati Merauke, Kamis (22/7) kemarin.    (Sulo/Cepos)

MERAUKE-Melihat trend kasus Covid-19 di Kabupaten Merauke yang terus meningkat terutama yang meninggal dunia sudah melampaui 100 kasus, Kabag Ops Polres Merauke AKP Micha Toding Potty, SIK, SH meminta Tim Satgas Covid-19 Kabupaten Merauke yang melakukan penegakan PPKM dan surat edaran bupati Merauke terkait percepatan penanganan Covid-19 di Kabupaten Merauke untuk tidak ragu-ragu dalam bertindak tegas.

   “Saya mau kembali sampaikan penegasan dari Bapak Bupati Merauke  kemarin ya, agar  kita Tim Satgas Covid lebih tegas lagi. Ini karena Covid jenis varian Delta sudah masuk ke Merauke. Contoh, kalau misalnya kios pada pukul 20.30 WIT belum tutup, cabut izinnya. Tidak usah neko-neko dan kasih surat teguran segala.” Ujarnya.

  “Ini bukan lagi waktunya, karena sekarang kita sudah pada fase penegakan. Saya tegaskan lagi, namanya penindakan itu bagaimana tidak pandang bulu. Kalau memang  sudah deadlinenya tapi belum tutup maka  cabut izinnya. Ambil dan kasih tanda terima bukti. Tidak usah neko-neko lagi. Ini perintahnya sudah jelas,” tandasnya.

  Kabag Ops AKP Micha Toding menjelaskan  lebih jauh bahwa  surat teguran tidak perlu lagi diberikan karena bukan lagi fase sosialisasi tapi sudah penindakan.  “Langsung cabut dan kasih surat. Nanti mereka  yang berkoordinasi dengan rekan-rekan di Satpol PP,” terangnya.

   Menurut Kabag Ops bahwa jika berdasarkan hati nurani tidak tega untuk mencabut  surat izin usaha.  “Memang kita tidak tega. Tapi ini tugas kita. Negara percayakan kita disini  untuk memutus mata rantai dari Covid-19. Secara manusiawi kita tidak tega. Tapi, kita disini diberi kewenangan oleh negara sebagai Satgas Covid  untuk melaksanakan pemutusan penyebaran Covid-19. Mau tidak mau kita melaksanakan itu dan kita berikan penjelasan. Penjelasan yang humanis dan masuk akal.”tuturnya.

   “Contoh, kenapa kami tutup setengah sembilan malam, karena ini sudah sesuai dengan surat edaran dari bupati Merauke. Karena ini  salah satu cara untuk memutus mata rantai penyebaran Covid. Ini salah satu contoh kita menyampaikan argumen kepada masyarakat,’’ jelasnya.

   Menurut  Kabag Ops, bahwa dalam penyampaian kepada masyarakat diberikan penjelasan   yang humnis dan tidak langsung marah-marah. Ia mencontohkan  tindakan tegas dari Satpol PP pada Rabu malam dimana membawa dandang dan kompor dari salah satu tukang bakso  yang  masih buka di atas pukul  20.30 WIT. “Tindak tegas seperti itu,” tandasnya.

  Soal pemberian sanksi  pukul rotan bagi warga yang tidak memakai masker,  Kabag Ops Micha Toding mengaku bahwa  pihaknya belum mendapat instruksi langsung dari bupati. “Mungkin  itu ke Kasatpol PP. Tapi sampai hari ini, kita belum mendapatkan instruksi langsung dari bupati,” pungkasnya. (ulo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *