Membeli Lewat Olshop, Seorang Honorer Tertipu Rp 53 Juta 

AKP Ariffin, S.Sos .(Sulo/Cepos)

MERAUKE– Hati-hati membeli atau memesan barang lewat Olshop, kalau tidak ingin tertipu seperti yang dialami oleh seorang tenaga honorer di Merauke bernama Wina Oktavia. Pasalnya, yang bersangkutan berhasil ditipu oleh seseorang yang mengaku petugas dari pihak Bandara Soekarno Hatta. Tak tanggung-tanggung, ia  tertipu sebesar Rp 53 juta lebih.

   Kapolres Merauke AKBP Ir. Untung Sangaji, M.Hum melalui Kasubag Humas AKP. Ariffin, S.Sos membenarkan laporan polisi yang diterima pihaknya dari korban tersebut.  Menurut Kasubag Humas, peristiwa ini dialami korban pada Rabu (14/7) sekitar pukul 15.06 WIT dan dilaporkan pada Rabu (21/7) sekitar 14.15 WIT.

   Kronologi kejadian berdasarkan laporan dari korban, ungkap Kasubag Humas Ariffin, berawal saat korban sedang di rumah dan di telepon oleh pihak yang mengaku dari Bandara Soekarno Hatta dan mengkonfirmasi identitas korban dan pesanannya, yang menurut terlapor barang yang korban pesan tidak mempunyai izin yang sah serta tidak mempunyai pajak sehingga terlapor mengancam korban akan dikenakan UU tentang pembelian barang ilegal dan akan dipidanakan 5 tahun penjara dan denda.

  Korban kemudian menanyakan kepada pemilik akun Olshop, pemilik akun tersebut mengatakan kepada pelapor untuk mengurus dulu dan dijanji akan diganti. Korban menghubungi terlapor dan  terlapor mengatakan bahawa dia bisa membantu korban kemudian meminta korban mengirimkan uang sebesar Rp. 7.757.000ke Bank Jago (Bank Artos Indonesia) An.Anncke Putri L dengan Norek. 101258368987.

   Setelah dikirim, terlaporpun menelepon dan meminta uang lagi sebesar Rp. 15.250.000 dengan alasan biaya izin keluar masuk barang pada saat korban mentransfer uang tersebut. Kemudian terlapor  meminta korban untuk mengirimkan sejumlah uang lagi dengan nilai Rp 25 juta untuk Kepala  Bandara untuk kerjasama dengan pihak Polda Metro Jaya.

   Setelah mengirim sejumlah uang tersebut, korban meminta uangnya segera dikembalikan namun nomor dan akun media sosial korban telah diblokir oleh terlapor. Adapun  dari kejadian tersebut, korban mengalami kerugian sebesar Rp 53,26 juta. ‘’Kasus ini sementara dalam  penyelidikan,’’ tandasnya. (ulo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *