Gubernur Perlu Waspadai Para Pembisik

(Marinus Yaung)
JAYAPURA – Salah satu akademisi Uncen, Marinus Yaung ikut mengamati perkembangan isu social politik di Jayapura dan ia berpendapat bahwa gubernur perlu mewaspadai para pembisik yang dianggap tidak berkompeten. Pasalnya Yaung melihat terkadang ada banyak program yang dilakukan namun justru tidak tepat sasaran. “Saya melihat para pembisik disekitar pa gubernur kita ini tidak berkualitas dalam konsep usulan mereka sehingga saya merasa perlu ikut memberikan saran dan masukan karena harapan saya ketika gubernur meninggalkan kursinya nanti ada legacy luar biasa untuk masa depan Papua,” tulis Yaung kepada Cenderawasih Pos, Jumat (23/7).
Sekali lagi Yaung menyatakan bahwa para pembisik gubernur saat ini adalah orang – orang tidak berkompeten dalam melihat tantangan dan problem Papua di masa depan. Dunia sedang berubah dengan cepat. Pembangunan gedung – gedung perkantoran megah sudah mulai dibatasi dan dikurangi. Dunia tidak lagi focus pada pembangun gedung perkatoran yang megah tetapi bagaimana mendorong sumber daya manusia, menyelamatkan manusia yang ada,” bebernya.
Ia mencontohkan Amerika Serikat dan China sudah mengurangi pembangunan gedung – gedung perkatoran dan aktivitas kerja lainnya. Masa depan aktivitas kerja masyarakat dunia akan lebih banyak di luar kantor dan dilakukan dari rumah. Perkembangan teknologi komunikasi dan informatika mendukung perubahan ini. Era industri digital akan mengubah tatanan kerja dan aktivitas sosial ekonomi masyarakat dunia, termasuk masyarakat di Papua. “Pertanyaannya apakah masyarakat Papua, sudah disiapkan untuk memasuki era teknologi informasi dan industrialisasi. Tantangan ke depan adalah dunia kerja dalam penguasaan teknologi di bidang informasi teknologi, dan industrialisasi. Harusnya begini – begini itu disampaikan oleh orang disekeliling beliau tapi karena banyak yang tidak berkualitas akhirnya seperti ini,” sindir Yaung.
Ia berpendapat pembangunan gedung kantor Gubernur Papua dengan angaran Rp 400 milyar, bukanlah solusi sebuah program bagaimana menyiapkan Papua menghadapi tantangan ekonomi dan pembangunannya di masa depan. “Ini hanya menghabiskan Rp 400 milyar untuk sesuatu yang mubazir dan tidak berguna di masa depan bagi rakyat Papua. Saya berharap pak Gubernur Lukas Enembe bisa menjadikan PM Jepang Shinzo Abe inspirasi memimpin Papua disisa waktu 2 tahun. Batalkan alokasi dana 400 milyar untuk pembangunan kantor gubernur. Alokasi 400 milyar untuk siapkan Papua menghadapi tantangan ekonomi dan pembangunannya di masa depan. Bagaimana mengalokasikan 400 milyar untuk siapkan Papua menghadapi masa depannya saya pikir ini lebih baik,” pungkasnya. (ade)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *