Jika Lawan Persipura, Boaz Utamakan Profesionalisme

Boaz Solossa.(Erik / Cepos)

16 Tahun Bersama Persipura

JAYAPURA – Meski tak lagi menjadi bagian dari Persipura Jayapura, tapi Boaz Solossa mengaku tetap akan berbagi pengalaman dengan para pemain Persipura, termasuk para pemain-pemain muda yang dimiliki oleh tim kebanggaan masyarakat Papua itu.

Ia berharap, para panji Merah Hitam tak sungkan untuk menghubunginya untuk berbagi informasi. Bochi begitu ia disapa mengaku meski mereka kini membela tim berbeda, tapi ia akan tetap menjalin hubungan baik dengan para mantan rekan setimnya.

“Pemain muda yang dimiliki oleh Persipura sangat luar biasa, tinggal bagaimana sekarang tinggal pendapat kepada kami sebagai pemain senior. Selagi saya di sini (Borneo) dan kalian mau mau berbagi informasi dan pengalaman saya siap selagi bisa,” ungkap Boaz kepada Cenderawasih Pos saat dihubungi via telepon selulernya, Kamis (22/7).

“Karena kami sudah lama bersama, jadi tidak ada salahnya kalau mereka bertanya, dan saya sudah bilang berbicara Persipura sebagai orang Papua pasti kami tetap cinta tim ini,” ujar pemain yang sudah dinobatkan sebagai pemain terbaik sepakbola Indonesia sebanyak tiga kali itu.

Tapi Boaz menyebutkan, jika Persipura dan Borneo nantinya bentrok di Liga 1, ia mengaku akan tetap bekerja secara profesional dan berusaha untuk memberikan kemenangan bagi timnya saat ini.

“Nanti di luar lapangan baru kita saudara, di lapangan kita tetap profesional. Karena saya kerja di Borneo, Borneo yang gaji saya, saya bisa menghidupi keluarga saya dari gaji Borneo, nanti di luar baru kita adik kakak tapi di dalam lapangan tetap saya akan berjuang mati-matian untuk Borneo FC, dan pesan saya kalian semua punya kemampuan yang luar biasa, baku jaga selalu, baik-baik dalam tim. Karena kalau tim tidak baik akan ikut berpengaruh di dalam lapangan,” ucap Boaz.

Bapa lima anak itu juga berpesan kepada para pemain muda agar bisa mengikuti semua hal positif yang ia berikan bersama Tipa untuk Persipura selama belasan tahun.

“Menurut saya yang tidak baik jangan diikuti, buang itu jauh. Kalian ambil sisi baiknya selama saya 16 tahun dan Tipa 14 tahun bersama Persipura. Buruknya kasih tinggal dan jalan saja yang baik karena saya kira apa yang selama ini kita buat selama 16 tahun pasti ada gambaran kepadatan, karena Persipura tidak pernah habis,” pungkasnya. (eri).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *