Jembatan Maro dan Jalan Trans Papua Segera Ditutup

Elias Refra, S.Sos, MM .(Sulo/Cepos)

MERAUKE-Satuan Polisi  Pamong Praja Kabupaten Merauke diperintahkan  untuk segera menutup  jembatan Tujuh Wali-Wali atau Jembatan Maro yang  menghubungkan  Kota Merauke dengan beberapa distrik, lokasi transmigrasi dan  jalan Trans Papua di Wasur yang merupakan jalan darat dari Merauke  ke Kabupaten Boven Digoel.

  Penutupan jembatan Maro Jalan Trans Papua ini untuk lockdown lokal sehubungan dengan terus bertambahnya  kasus Covid-19 di Kabupaten Merauke yang dibarengi tingkat kematian yang tinggi.

  “Kemarin  rapat  dengan bupati, kami sudah diperintahkan untuk menutup jembatan Maro dan Jalan Trans Papua,’’ kata Kepala Satuan Polisi   Pamong Praja Kabupaten Merauke Elias Refra, S.Sos, MM, ketika ditemui media ini, Kamis (22/7).

   Namun lanjut Elias Refra, pihaknya belum melakukan penutupan jembatan dan jalan  Trans Papua tersebut karena masih menunggu petunjuk tehnisnya. Elias Refra menjelaskan,  jika kedua jalur tersebut tutup maka orang tidak bisa bergerak baik dari Kota ke lokasi Transmigrasi dan sebaliknya. Begitu  juga dari Merauke ke  Kabupaten Boven Digoel  dan sebaliknya.

  Dikatakan, jika  jembatan Maro  ditutup maka untuk mobil ambulans yang membawa orang sakit  dan mobil  jenazah  akan tetap dibuka. Ini karena Tempat Pemakaman Umum (TPU)  saat ini berada di  SP 1 Tanah Miring, Distrik Tanah Miring Merauke yang melewat jembatan Maro Merauke. (ulo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *