Efek Samping Vaksin Tergantung Daya Tahan Tubuh Penerima

Warga saat melakukan Vaksinasi di Halaman Kodim 1702/ Jayawijaya beberapa waktu lalu.(Denny/ Cepos)

WAMENA-Adanya keluhan beberapa masyarakat yang mengaku setelah melakukan vaksinasi merasa sedikit terganggu dengan kesehatannya yang dirasakan,  menimbulkan pertanyaan di kalangan masyarakat apakah vaksinasi ini aman atau tidak.

  Menyikapi keluhan tersebut, Kepala Dinas Kesehatan dr. Willy Mambieuw, Sp.B menjelaskan bahwa vaksin itu merupakan virus yang dilumpuhkan atau dimatikan, sehingga tidak semua vaksin itu tanpa efek samping, tetap ada efek samping hanya saja sangat minimal sekali.

  “Kalau ada masyarakat yang usai vaksin dan mengalami efek samping seperti demam dan lainnya, namun ada juga orang yang setelah divaksin tidak ada efek samping apa -apa yang dirasakan,” ungkapnya Kamis (22/7) kemarin.

  Menurutnya, efektifitas vaksin Covid-19 ini lebih dari 50 persen untuk melindungi tubuh manusia dari serangan Covid -19, sehingga vaksinasi ini tergantung dari daya tahan tubuh setiap warga yang mendapat imunisasi itu. Setiap obat atau vaksin apapun pastinya ada efek samping sehingga tergantung dari daya tahan tubuh penerimanya.

  “Contoh obat yang sering kita gunakan seperti obat malaria, obat Flu, pastinya ada efek samping setelah dikonsumsi oleh manusia, dan juga tidak semua orang bisa rasakan efek sampingnya, dan ada juga yang bisa merasakan efek sampingnya,”jelas dokter specialis bedah RSUD Wamena.

  Ditegaskan bahwa vaksinasi ini bukan berarti orang yang sudah divaksin tidak bisa terjangkit Covid -19. Tetap bisa bisa kena, namun tubuhnya dibuat sedikit lebih kuat  dari pada mereka yang tidak vaksin, artinya yang tidak vaksin mungkin bisa jauh lebih parah dari yang vaksin.

  Ia juga menyatakan untuk penanganan pasien Covid -19 di Jayawijaya memang sedikit terkendala di bidang tempat penampungan atau karantina. Hal ini disebabkan bukan hanya warga dari Jayawijaya yang dilakukan isolasi, tetapi juga ada warga dari Kabupaten Tetangga yang harus ditangani sehingga petugas kesehatan juga kewalahan.

  “Secara struktur memang kita kolaps dan kekurangan sehingga banyak pasien yang terkonfirmasi positif dan ruangan terbatas, maka kita anjurkan untuk karantina mandiri yang sebenarnya tidak boleh dari sisi aturan penanganan Covid-19, “bebernya.

  Ia menambahkan, khusus penampungan yang ada di luar RSUD Wamena semua penuh, Wamena Hotel juga penuh. Di luar hanya dua ini saja yang dipakai, untuk tempat yang lain belum mau untuk tempatnya digunakan untuk karantina pasien Covid-19. (jo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *