Digoda Pengelola Judi, Kapolsek Abe Nyatakan Tak Kompromi

AKP Lintong Simanjuntak (Gamel Cepos)

*Dua Pelaku Ditetapkan Jadi Tersangka Judi Sabung Ayam

JAYAPURA  Kantor Togel yang berada di eks Pasar Lama Abepura akhirnya mulai terlihat sepi setelah 21 Juli lalu diberitakan masih eksis. Polisi sendiri menunggu waktu yang tepat untuk menggulung  lokasi ini. Kapolsek Abepura, AKP Lintong Simanjuntak sendiri menyatakan tidak mau berkompromi dengan yang namanya judi terlebih sabung ayam dan togel. Bahkan setelah menjabat di Abepura, mantan Kasat Serse Polres Keerom ini menyampaikan sempat dihubungi oleh pengelola lokasi perjudian yang  mengajak untuk bermain aman.

Maksudnya adalah para pengelola lokasi judi ini meminta ijin untuk beroperasi  dan tidak diganggu dan sebagai kompensasinya paling tidak ada jatah preman yang bisa disetor  dalam waktu – waktu tertentu. Hanya saja kata Lintong ia tak ingin mempertaruhkan wibawa kepolisian diata public. “Banyak yang menghubungi dari nomor tak jelas kemudian saya tanya ada urusan apa, eh ternyata soal judi. Disitu saya bilang tidak ada kompromi. Kalau mau main atau kalau mau buka silahkan saja tapi kalau kena grebek atau patroli ya jangan salahka saya,” beber Lintong.

Dikatakan jika operasional judi ini disetujui maka disitulah publik bisa menyebut ada keterlibatan oknum untuk membackup. Karenanya jika ada lokasi yang bisa eksis bertahun – tahun maka bisa saja dibackup oleh oknum pihak keamanan. “Saya tidak ada urusan dengan mereka (bandar) ataupun pengelola judi.  Mereka telepon, mau menghadap saya katakan tidak dan saya juga malas menemui mereka. Seperti yang saya bilang, tidak ada toleransi. Dapat, saya  proses. Itu saja,” tegas Lintong.  Sementara dari kasus penggerebekan kasus judi sabung ayam ini Lintong menyebut bahwa ia telah menetapkan dua orang sebagai tersangka.

“Ada dua yang kami jadikan tersangka, AD dan Lu  sedangkan LO kami pulangkan karena ia berstatus sebagai saksi, ia ada di lokasi tapi tidak sempat bermain,” jelas Lintong.  Dari kasus judi sabung ayam ini kata Lintong pihaknya menyatakan akan memproses lanjut mengingat para pelaku selama ini sudah beberapa kali diingatkan namun selalu melakukan hal serupa. “Kami proses karena memang warga sekitar juga resah dengan aktifitas judi ini,” pungkasnya. (ade/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *