Agustus, RSUD Dok II Produksi Tabung Oksigen Sendiri

Drg Aloysius Giay M.Kes.((Gamel Cepos))

Drg Aloysius Giay : 87 Nakes Telah Terpapar

JAYAPURA – Direktur RSUD Dok II Jayapura,drg Aloysius Giay M.Kes mengungkapkan bahwa persoalan ketersediaan tabung oksigen di RSUD Dok II Jayapura dalam waktu dekat akan teratasi. Ini managemen rumah sakit bersama KSO dan pihak ketiga berencana akan memproduksi sendiri  tabung – tabung oksigen.  Bahkan kata Aloysius jika sudah berjalan,  besar kemungkinan persoalan pasokan tabung akan terjawab. Kendati demikian ia tak menampik jika kebutuhan tabung oksigen setiap harinya diperlukan sebanyak 200 tabung.

“Rencananya tanggal 7 Agustus kami sudah mulai memproduksi. Minggu pertama kami pasang mesinnya yang merupakan kerjasama antara KSO dan pihak ketiga kemudian minggu kedua kami akan produksi sendiri dengan kapasitas 300 tabung perhari. Kami berharap ini akan menjawab kebutuhan tabung di RSUD Dok II Jayapura dulu,” kata Aloysius saat ditemui di Abepura,  Rabu (21/7)/ Namun ia tak memungkiri jika kebutuhan perhari tabung oksigen  juga tak sedikit, setiap hari paling tidak membutuhkan sekitar 200 tabung.

Disinggung soal penanganan pasien yang hingga kini meluber hingga ke teras IGD, menurut Aloysius itu tak lepas dari kondisi bed (Kasur) yang penuh. “Untuk pasien di IGD situasinya memang seperti itu. Saya sudah tiadakan VIP dan kelas dan saya tambah ruang paru – paru dan kami sedang siapkan ruangan lain di lantai II tapi kami akan lihat perkembangannya,” tambahnya.   Ia menyebut jika kondisinya seperti ini maka pasien umum akan kami kurangi  sebab  kasur atau bed yang ada akan diisi oleh pasien covid sedangkan pasien umum pihak rumah sakit akan lebih selektif sehingga yang betul – betul dalam kondisi berat yang nyawa terancam itu yang akan ditangani.

“Makanya kami  minta rumah  sakit – rumah sakit dekat seperti type B atau regional ini jangan mengirim pasiennya le RSUD Jayapura dulu kecuali covid dengan komorbit atau penyakit bawaan. Untuk pasien covid bagi saya tak ada ceritanya menolak pasien sekalipun harus dirawat di lorong – lorong, di teras yang penting penangaannya sama,” tambahnya. Selama atap tidak bocor dan tidak kehujanan menurutnya dalam kondisi situasional itu bisa dilakukan. Lalu soal tenaga medis yang terpapar kata Aloysius saat ini jumlah pasien umum yang terpapar covid ada 100 orang sedangkan petugas kesehatan ada 87 orang yang terpapar. “Ada 87 tenaga kesehatan yang terpapar,” tutupnya.  (ade/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *