Wabup Marthin: Benahi Jalan Penghubung dengan Dana Desa!

Wakil Bupati Jayawijaya Marthin Yogobi, SH, M.Hum saat berjalan kaki sejauh 4 Km ke Kampung Herarlo Distrik Ibele.(Denny/ Cepos)

WAMENA-Wakil Bupati Jayawijaya Marthin Yogobi, SH, MHum   mengimbau kepada Kepala Kampung agar jalan yang menghubungkan kampung dengan Distrik itu bisa dibangun dengan menggunakan dana desa, sehingga aktifitas masyarakat dari kampung ke Distrik itu bisa dilakukan dengan lancar guna mendukung perekonomian masyarakat.

  “Kita saksikan sendiri untuk sampai ke Kampung Herarlo itu kita harus menempuh perjalanan dengan berjalan kaki sekitar 4 Km dan medannya juga cukup berat, harus naik dan turun gunung sehingga penggunaan dana desa itu bisa digunakan memperbaiki jalan,”ungkapnya usai meresmikan Gereja GKII Jemaat Herarlo Ibele Rabu (21/7) kemarin.

   Wabup juga menyatakan paling tidak dana desa yang diterima oleh kepala kampung itu bisa digunakan untuk membangun jalan padat karya atau setapak bersama dengan masyarakat untuk menghubungkan kampung dan Distrik  serta tempat ibadah. “Kami harapkan ada jalan yang bisa menghubungkan ke Kantor Distrik dan tempat ibadah yang layak dilalui oleh masyarakat,”ujarnya.

  Ia menyatakan dari jalan yang dilalui ke Kampung Herarlo ini akan terhambat jika ada hujan, sebab jalan itu akan menjadi licin dan digenangi lumpur, ini sulit bagi masyarakat untuk melalui jalan ini, sehingga mungkin masyarakat akan mencari jalan yang lebih jauh lagi untuk dilalui agar bisa melakukan aktifitasnya.

  “Kalau dilihat jalan ke Kampung Herarlo ini terjal dan sebagian besar terdiri dari tanah yang kalau turun hujan, maka akan berlumpur dan untuk jalan yang menanjak akan sangat licin untuk dilalui, sedangkan kondisinya juga curam sehingga sangat berbahaya jika dilalui dalam keadaan hujan atau basah,” bebernya.

  Kata Yogobi anggaran dana desa yang ada bisa digunakan kepala kampung untuk memperbaiki jalan tersebut agar mudah dilalui oleh masyarakat, dan apabila jalan itu dibangun juga bisa melibatkan masyarakat sekitar, sehingga akan menjadi lapangan pekerjaan juga bagi masyarakat dan yang terpenting ada perputaran uang di Kampung maupun distrik.

  “Dana desa itu sebagai penunjang infrastruktur kampung, perekonomian kampung , kesehatan dan pendidikan di kampung sehingga perputarannya harus di distrik dan kampung agar masyarakat bisa merasakan,”katanya.(jo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *