Semua Peserta Harus Diswab Antigen

Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, S.E, M.Si, saat memakaikan nametag kepada salah satu peserta Jambore PKK yang berlangsung di Lapangan Kantor Bupati Jayapura, Rabu (21/7).(Yewen/Cepos)

*Jambore PKK Berlangsung Tiga Hari*

SENTANI- Meskipun dalam situasi pandemi Covid-19 di Kabupaten Jayapura, namun pelaksanaan Jambore Tim Pengerak PKK Kabupaten Jayapura tetap dilaksanakan dengan memperketat protokol kesehatan.

Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE, M.Si memberikan apresiasi kepada Tim Penggerak PKK, sebab pelaksanaan Jambore di tahun 2021 ini dilaksanakan dengan memperketat protokol kesehatan.

“Semangat ibu-ibu luar biasa dengan memperketat protokol kesehatan yang kita saksikan. Ini adalah salah satu cara agar agenda ini bisa berjalan untuk beberapa hari ke depan,” ucapnya dalam sambutannya saat membuka kegiatan Jambore PKK di Lapangan Kantor Bupati Jayapura, Rabu (21/7).

Mathius mengarahkan kepada semua pihak, secara khusus dalam pelaksaan Jambore PKK ini agar masalah protokol kesehatan harus menjadi materi.

“Saya dengar Kepala Dinas Kesehatan akan membawakan materi dan ini menjadi gerakan bersama kita,” katanya.

Mathius menyampaikan, secara nasional tidak bisa lagi berpikir mengenai pembangunan di daerah dan di manapun. Pemerintah pusat meminta agar semua fokus untuk memerangi Covid-19.

“Terima kasih ibu-ibu bisa memprakarsai, sehingga semua peserta bisa diswab antigen dan pemeriksaan kesehatan tadi (kemarin-red) dan vaksin menjadi wajib untuk acara ini. Itu sesuai dengan Jambore yang kali ini dan kita menjadi teladan agar semua ibu-ibu bebas dari Covid-19,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Jayapura, Ny. Magdalena L. Awoitauw mengatakan, bahwa Jambore PKK yang dilaksanakan pada tahun 2021 ini tetap memperhatikan protokol kesehatan. Bahkan, panitia akan tetap memperketat protokol kesehatan bagi semua peserta jambore.

“Peserta banyak, maka kita selenggarakan dua kali, yaitu pertama akan diikuti 10 distrik dan kedua akan diikuti 9 distrik. Mereka langsung kita lakukan swab antigen. Yang reaktif mereka tidak ikut kegiatan, karena ini untuk kesehatan peserta yang lain,” jelasnya.

Magdalena menyampaikan, pihaknya melaksanakan jambore ini selama tiga hari. Di mana dalam kegiatan ini, ada materi-materi yang disampaikan dan lomba-lomba yang diselenggarakan.

“Lomba-lomba juga kita batasi ada 4 mata lomba. Kita tetap perketat protokol kesehatan. Selain itu, kita sudah koordinasi dengan berbagai pihak. Nanti diakhir kegiatan ini selesai akan dilakukan juga swab antigen, biar datang dalam keadaan sehat, maka pulang juga dalam keadaan sehat,”ujarnya. (bet/tho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *