Pendidikan Berkualitas Mampu Menjawab Perosalan OAP 20 Tahun Kedepan

Direktur Umum PLI Samuel Tabuni  saat menyampaikan arahanya di Kampus Universitas Internasional Papua belum lama ini.(Noel/Cepos)

JAYAPURA –  Direktur Papua Lenguage Institute, (PLI) Samue Tabuni mengajak orang Papua dari Gunung, Lemba dan Pesisir untuk tidak saling membedahkan dan bersatu untuk kemajuan orang asli Papua (OAP) hingga anak cucu lewat pendidikan berkualitas.

Hal ini dikatakanya pada Puncak Perayaan peresmian Gedung Kampus Universitas Internasional Papua di Waena, belum lama ini.

Samuel mengatakan, orang berpandangan Papua ini miski, bodoh namun OAP memiliki Kekayaan, Hutan, Ikan di laut yang melimpah.

“Kita hanya terimah kata orang bahwa kami seperti itu dan kami klaim itu suda kami, kita harus keluat dan berani berkata bahwa kami orang Papua tidak bodoh, Kita harus lihat bahwa kami ini spesial di mata Tuhan, dan Semua anak anak papu harus maju  karena pendidikan yang berkualitas kita bangun di Papua, karena Kita di persiapkan oleh orang utusan Tuhan dengan misonasir, dan  banyak orang suda bantu kita maka kita  harus buat terobosan dengan apa yang ada pada kita,” katanya.

Ia menjelas, dulu orang jawa dijajah oleh belanda disitu mereka di persiapkan dan mereka bangkit dan hari ini mereka bisa kuat sekali di semua lini hal hal ini harus di contohi orang Papua bahwa penjajahan dapat membangkitkan OAP untuk bisa lebih baik.

“Kita di Papua banyak sebut kami ini di tindas jangan lihat itu,  tapi lihat Potensi anda jangan mengemis orang, kita ini orang yang di berkati Tuhan dan banyak hal akan kita  bisa buat lewat pendidikan dan lainya,” katanya.

Samual yang berencana akan membangun kampu internasional Papua itu, mengatakan mungkin orang lain sebuat apa kah dirinya dan tim bisa kelola universitas intenasional, tapi PLI jalan sampai saat ini bersama anak – anak muda papua  semua tidak ada yang mustahil.

“Karena Tanpa pendidikan yang berkualitas sesuai erah ini kita tidak bisa menjawa 10 – 20 tahun kedepan, kami akan berusaha sekuat tenaga bersama masyarakat Papua dan semua pihak menjalakan misi pendidikan ini,” katanya.

Ia mengatakan dengan hadirnya orang berpendidikan maka akan melindungi Papua dan membangun kebersamaan.

Ia juga mengajak OAP dari semua wilayah di Papua harus bisa bersatu untuk mengatasi persolan Papua dari semua hal.

“Papua ini jika belum bersatu tidak bisa membangun maka kita harus bangun kebersamaan karena perbedaan itu kekuatan, dari seluruh daera Papua kami ini pemilik wilayah Papua maka harus bersatu. jadi hari ini kita kolaborasi gunung dan pesisir lemba harus bersatu kalo kita semua bertindak bersama papua tidak besar masalah Papua ini dapat kita selesaikan,” katanya.

Ia juga mengatakan Tujuan Kampus Universitas Internasional ini dibentuk adalah melahirlan pemimpian dari Papua dari semua suku.

“Semua suku harus tau jati dirinya baik dari budayah dan sukunya dengan kemampuan individu dan kelompoknya masing masing,” katanya, (oel).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *