Kapolda Bakal Ploting Anggota di Distributor Tabung Oksigen

Kapolda Papua Irjen Pol Mathius D Fakhiri mengecek ketersediaan tabung oksigen di dua lokasi yakni Distributor Oksigen CV. Huyele dan PT. Indo Gas Papua Jalan Arso 3 Kabupaten Keerom, Rabu (21/7).(Humas Polda)

JAYAPURA – Kapolda Papua Irjen Pol Mathius D Fakhiri mengecek ketersediaan tabung oksigen di dua lokasi yakni Distributor Oksigen CV. Huyele dan PT. Indo Gas Papua Jalan Arso 3 Kabupaten Keerom, Rabu (21/7). Pengecekan tersebut untuk pelayanan terhadap pasien Covid-19 di Provinsi Papua di Rumah Sakit Provita Jayapura.

Dalam pantauan tersebut, Kapolda bakal memploting anggota di PT. Indo Gas Papua dan CV. Huyele untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan demi keuntungan pribadi, menghindari adanya kasus pemalangan serta untuk memudahkan dalam hal kordinasi.

“Kita harus bahu membahu agar proses produksi/refill dan distribusi tabung oksigen khususnya di Kota Jayapura lancar dan tidak ada lagi krisis oksigen. Adanya kasus pemalangan berdampak pada kelangkaan tabung Oksigen di Kota Jayapura seperti di RSUD Dok 2 Jayapura dan RS Provita yang dalam 1 hari hanya mendapat jatah 20 tabung Oksigen,” terang Kapolda.

Penanggung Jawab CV. Huyele, Rosele menyampaikan pihaknya bisa memproduksi tabung Oksigen. Untuk proses pengisian tabung oksigen dalam 2 jam bisa mengisi 10 tabung secara bersamaan. Untuk kalkulasi perhari, mampu memproduksi sebanyak 120-140 tabung Oksigen.

“Sasaran distribusi tabung oksigen dari CV. Huyele adalah RSUD Dok 2 Kota Jayapura dan RS Dian Harapan Kota Jayapura, namum sekarang rumah Sakit lainnya seperti RS Provita Kota Jayapura dan RSUD Keerom juga mengambil tabung gas di kita,” ucapnya.

Adapun harga jual satu tabung oksigen di CV. Huyele seharga Rp 1.900.000 sedangkan untuk Refiil seharga Rp 325.000, pihaknya meminta Kapolda bisa menyampaikan ke pihak PLN agar tidak sering melakukan pemadaman listrik karena sangat menghambat dalam proses refill tabung Oksigen di CV. Huyele.

Sebelumnya, Kapolda mengunjungi Rumah Sakit Provita. Dalam kunjungan tersebut, Kapolda menyampaikan telah menyiapkan mobil angkutan khusus untuk mengangkut tabung oksigen yang sudah kosong untuk di refiil.

“Silakan langsung kordinasikan dengan Kabid Dokkes untuk hal tersebut. Kita harus mengantisipasi betul jangan sampai di Provinsi Papua khususnya di Kota Jayapura mengalami kehabisan tabung oksigen,” kata Kapolda.

Sementara itu, Pelaksana Harian Direktur Rumah Sakit Provita Drg. Fansca Titaheluw mengatakan, pihaknya telah mendirikan tenda tambahan untuk IGD di depan dan samping Rumah Sakit Provita sebanyak 3 tenda. Saat ini pasien yang ada di tenda IGD sebanyak 7 pasien.

“Kami juga telah menyiapkan 1 lantai di lantai 5 Rumah Sakit Provita khusus untuk ruang dokter, ruang perawat, ruang ganti APD dan ruang monitor pasien Covid-19. Rata-rata perhari pasien masuk ke Rumah Sakit Provita sebanyak 33 pasien. Dimana estimasi paling lama pasien Covid-19 dirawat hingga sembuh membutuhkan waktu 3 minggu,” terangnya.

Dijelaskan, kasus kematian yang ditemui disebabkan karena kondisi pasien Covid-19 yang sudah parah dan baru dibawa ke Rumah Sakit. Saat ini ketersediaan tabung oksigen di Rumah Sakit Provita sudah habis. Pihaknya mendapat bantuan dari Polda Papua sebanyak 15 tabung oksigen namun sudah digunakan semua. (fia/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *