Papua Akan Tutup Akses Selama 28 Hari

(Sekda Papua, Doren Wakerkwa)

JAYAPURA – Pemerintah Provinsi Papua akhirnya memberi keputusan bahwa akan menutup akses pintu masuk laut dan udara selama 28 hari. Ini terhitung mulai 1 Agustus hingga 28 Agustus.
Keputusan ini diambil usai menggelar rapat dengan sejumlah pimpinan OPD yang dilatarbelakangi pandemi yang terus menyebar dengan cepat.
Pemerintah tak mau mendelay terlalu lama dan langkah – langkah berikutnya langsung disiapkan.
“Jadi setelah ditutup nantinya gubernur akan mengeluarkan surat agar kabupaten dan kota segera menggencarkan vaksin. Yang bisa divaksin harus divaksin, sebab covid semakin mengganas dan gubernur sampaikan masyarakat harus waspada,” kata Plh Sekda Papua, Doren Wakerkwa usai mengikuti kegiatan di Suny Hotel Abepura, Rabu (21/7).
Vaksin ini sekali lagi diminta harus masif dijalankan dan itu akan menjadi tugas dari pemerintah daerah masing – masing. Gubernur kata Doren juga menyampaikan bahwa dalam hal penerbangan, diminta masyarakat umum yang tidak terlalu berkepentingan untuk masuk ke Papua sebaiknya tidak datang dulu.
Terkecuali yang memiliki agenda untuk PON maupun Peparnas. “Jadi selama selama 28 hari ini tinggal di rumah dulu, jangan ke mana – mana,” sambung Doren.
Menariknya keinginan untuk pembatasan ini nampaknya lebih ketat dibanding sebelum – sebelumnya dimana kali ini mal, swalayan dan toko juga diminta untuk ditutup. Akan tetapi kata Doren ini kembali ke bupati dan wali kota untuk mengatur jadwalnya, semisal buka dari jam berapa sampai jam berapa. “Lalu restoran dan warung makan atau kafe juga tutup kecuali take away. Ada hal lain yang akan dibahas kemudian mulai besok hingga beberapa hari ke depan. Ini dibahas dulu barulah gubernur sahkan dan gubernur meminta semua patuh agar bupati wali kota juga bisa melaksankaan sebab yang dilakukan saat ini adalah menyelamatkan manusia,” beber Doren.
Ia menyinggung pengalaman tahun lalu ada kabupaten yang menjalankan perintah gubernur namun ada juga yang tidak menjalankan dan ini diingatkan kembali tidak boleh mengambil keputusan sendiri. Seluruh daerah harus patuh sebab kalau dihitung jumlah pasien covid saat ini mencapai 30 ribu. Pasien covid semakin hari semakin membludak di RSUD Jayapura dan gubernur meminta masyarakat ikut membantu sebab covid berkembang cepat dan cukup ganas. “Tadi kepala dinas sampaikan 1 orang sakit ia bisa menggunakan 5 tabung oksigen yang artinya penyakit ini menggerogoti betul, beda dengan virus lainnya,” tambahnya.
Lalu bagaimana dengan subsidi atau kompensasi bagi masyarakat dari pembatasan tersebut? Menurut Doren nantinya hal tersebut juga akan dibahas sehingga masyarakat tidak dilepas begitu saja dalam masa pembatasan. “Itu segera kami bahas dalam waktu beberapa hari ke depan, ini masih keputusan umum,” imbuhnya. (ade/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *