Gali Tiga Kotak, Belum Temukan Arang

Tim Balai Arkeologi Papua, saat hendak melakukan penggalian di kotak ketiga di Situs Khulutiyauw, Kampung Abar, Distrik Ebungfauw, Kabupaten Jayapura, Selasa (20/7).(Yewen/Cepos)

SENTANI-Kini memasuki minggu ketiga, Balai Arkeologi Papua melakukan penelitian terhadap peninggalan sejarah yang berada di Sentani Bagian Tengah, tepatnya di Kampung Abar, Distrik Ebungfauw, Kabupaten Jayapura.

Terhitung selama tiga minggu ini sudah ada tiga kotak atau lubang yang dibuka oleh Balai Arkeologi Papua untuk mencari jejak peninggalan prasejarah yang ada di Kampung Abar. Salah satunya adalah melihat jejak serpihan gerabah yang tersisa dan tertinggal di sepanjang Situs Khulutiyauw.
Namun belum juga menemukan arang atau bekas pembakaran dari para leluhur nenek moyang di lokasi tersebut.

Peneliti Balai Arkeologi Papua, Hari Suroto mengungkapkan, sudah tiga kotak yang dibuka di sekitar Situs Khulutiyauw. Dari kotak pertama saat digali hingga 30 Cm, teryata ditemukan batu-batu besar dan lapisan tanah yang sudah berbeda. Kemudian dipindahkan lagi di bagian bawah, tetapi saat digali hingga 30 Cm juga ditemukan batu-batu besar, sehingga penggalian dihentikan.

“Hari ini (kemarin-red) kami membuka kotak ketiga. Saat digali hingga 30 Cm belum ditemukan apa-apa. Namun lapisan tanahnya masih hitam, sehingga akan dilanjutkan lagi penggalian pada besok hari (hari ini-red),” ungkapnya kepada Cenderawasih Pos, usai melakukan penggalian di Situs Khulutiyauw, Kampung Abar, Distrik Ebungfauw, Kabupaten Jayapura, Selasa (20/7).

Menurut Hari Suroto, hal yang dicari dari penggalian terhadap tiga kotak ini adalah bagaimana bisa menemukan arang yang ditinggalkan oleh manusia zaman dahulu kala. Tak hanya itu, lebih bagus lagi jika menemukan gigi manusia.

“Dengan arang dan gigi kita bisa lihat di laboratorium mengenai usia kehidupan manusia pada zaman dahulu di Sentani bagian Tengah. Namun, dari penggalian ini belum juga ditemukan,” tuturnya.

Hari Suroto menyampaikan, memang dari ketiga kotak yang dibuka ini terdapat banyak sekali serpihan gerabah di bagian luarnya, tapi saat ini gali hanya beberapa serpihan gerabah yang ditemukan, terutama di dua kotak sebelumnya.

“Nanti ketika kotak ketiga ini tidak ditemukan apa-apa, maka kami akan buka kotak lagi untuk mencari bekas prasejarah yang ada di Kampung Abar. Penelitian ini adalah untuk melihat kehidupan prasejarah yang ada di Kampung Abar, secara umum di wilayah Sentani Tengah,” ujarnya. (bet/tho)

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *