Seharusnya Ada Kompensasi bagi Pelaku Usaha

Komplek Ruko di Entrop yang terlihat sepi. Sekarang sudah banyak yang tidak mau sewa lagi akibat perekonomian sangat lesu karena pandemi Covid-19, Jumat (16/7).(Priyadi/Cepos)

JAYAPURA– Dampak pembatasan waktu mengakibatkan banyak pelaku usaha maupun supir angkut yang mengeluh, disamping batas waktu aktivitas yang dibatasi untuk kapasitas pengunjung yang datang untuk makan, minum di kafe, restoran, rumah makan, perhotelan, termasuk penumpang angkutan umum, juga dikurangi lagi dari  sebelumnya 50 persen kini menjadi 25 persen.

Tahir selaku supir taksi Jayapura Entrop mengakui, dampak pembatasan waktu sangat menyusahkan, karena sekarang sudah sangat jarang sekali penumpang yang naik, jadi kalau beroperasi sekarang justru rugi beli bahan bakar.

“Sekarang penumpang sepi sekali tidak banyak warga yang naik taksi masak dari Entrop sampai Jayapura saya hanya angkut 1 penumpang saja, ini untuk beli bahan bakar bensin saja tidak bisa, jadi saya harap dengan adanya pembatasan waktu seharusnya ada bantuan kompensasi dari pemerintah kepasa para supir, jadi tidak hanya ambil kebijakan tapi tidak ada perhatian bagi warga dan pelaku usaha yang terdampak,”ungkapnya, Jumat (16/7)kemarin.

  Oleh karena itu, dari pada taksi beroperasi merugi ia sendiri memutuskan sementara waktu tidak mengangkut penumpang dan lebih memilih membantu istrinya berjualan.

  Hal senada juga dikatakan Enda,  pengelola Hotel Matos Abepura dan GM Suni Hotel & Convation Abepura Ari Irwanto bahwa adanya  PPKM membuat penurunan omzet secara drastis karena pengunjung hotel menurun sampai 30-40 persen,  termasuk acara yang dilakukan di hotel juga berkurang.(dil/ary)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *