Program Beasiswa Luar Negeri Perlu Dibenahi

Direktur Karef Hamit Jaya Engineering & Education Research Center, Septinus George Saa.(Yewen/Cepos)

SENTANI-Direktur Karef Hamit Jaya Engineering & Education Research Center, Septinus George Saa memberikan apresiasi terhadap program pendidikan yang sedang begulir di tanah Papua, terutama program pendidikan berbasis beasiswa baik di dalam negeri maupun ke luar negeri.

Pria yang akrab disapa Oge Saa ini menyakini bahwa hal ini merupakan suatu langkah baik yang dijalankan dan dikerjakan OPD terkait, khususnya BPSDM Provinsi Papua bersama mitra-mitra kerja third-party yang dipercayakan untuk mempersiapkan putra/i yang terpilih dan masuk dalam skema program.

“Memang saya sebagai salah satu yang pernah terlibat secara langsung menjadi instruktur bagi anak-anak yang disiapkan melihat ada banyak kekurangan-kekurangan yang perlu dibenahi,” ungkapnya kepada Cenderawasih Pos melalui telepon selulernya, Jumat (16/7).

Sebagai salah satu putra Papua alumni luar negeri, dirinya menyebutkan bahwa ada beberapa aspek penting yang perlu disiapkan, sehingga penyelenggara beasiswa ini tidak mengalami masalah hukum di kemudian hari. Lebih lanjut dirinya melihat banyaknya persoalan dalam pelaksanaannya, pemerintah seharusnya berani mengundang perwakilan masyarakat madani, pekerja pendidikan formal/non-formal untuk ikut memboboti program mereka.

“Terutama masyarakat madani perlu mitra untuk mengawal program mereka yang bersumber dari uang rakyat,” sebutnya.

Tak hanya itu, juara dunia lomba Fisika Tahun 2004 ini melihat dari sisi aspek kualitas kerja sama, perlu dibeberkan ke publik, bagaimana rencana jangka panjang investasi pendidikan di bagian ini. Jangan ada ruang penafsiran lain yang mana sering didengarkan di publik seperti 1 orang anak disekolahkan ke luar negeri itu sebenarnya bisa menyekolahkan 50-100 anak yang bersekolah di dalam negeri, khususnya di universitas-universitas di Papua.

“Kemudian masalah keterbukaan dan transparasi perekrutan harus jelas, sehingga tidak ada penilaian dari masyarakat yang mengatakan proses ini tertutup karena memang dirancang demikian untuk kepentingan tertentu,” pungkasnya.(bet/tho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *