Jika Tidak Terbukti, Komnas HAM Minta Dipulangkan Secara Baik

Frits Ramandey.(Elfira/Cepos)

JAYAPURA-Sikap Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) pasca diamankannya lima orang terduga Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di  Distrik Sinak, Kabupaten Puncak yakni jika kelima orang tersebut tidak terbukti maka dipulangkan secara baik.

“Untuk permintaan keterangan dan upaya pembuktian silakan. Tapi jika tidak terbuki maka kelima orang tersebut harus dipulangkan secara baik,”tegas Kepala Komnas HAM RI Perwakilan Papua Frits Ramandey kepada Cenderawasih Pos, Jumat (16/7).

Dikatakan Frits, Komnas HAM sudah mendapat data laporan kejadian tersebut. Dimana kelima orang tersebut diamankan lantaran menggunakan seragam loreng. “TNI-Polri sudah tahu prosedur penangkapan dan penetapan seseorang. TNI-Polri adalah orang-orang yang terlatih untuk memetakan dan punya basis data tentang siapa yang terlibat dan melakukan apa,” terang Frits.

Ia berharap komunikasi harus dikedepankan agar tidak menimbulkan keresahan sosial dan tidak  menimbulkan dendam baru di masyarakat. Frits sendiri mengakui bahwa di wilayah pegunungan, intensitas kekerasan terus belangsung, tapi sekali lagi negara tidak boleh kalah. Kehadiran negara untuk memastikan mereka yang melakukan kekerasan harus dilakukan penegakan hukum. “Jika mereka yang tidak melakukan kekerasan harus dijadikan sebagai mitra pembinaan supaya tidak menimbulkan dendam baru atas peristiwa yang terjadi sebelumnya,” kata Frits.

Lanjut Frits, terhadap mereka yang telah diamankan silakan dilakukan pembuktian. Namun pembuktian itu kemudian tidak dibuat-buat tapi berdasarkan fakta dan keterlibatan seseorang, agar hal ini tidak menimbulkan dendam melainkan menyelesaikan persoalan.

Sebelumnya Kapolda Papua Irjen Pol Mathius D Fakhiri mengatakan, kelima orang tersebut sudah dilakukan pendataan dan dicek di data Kepolisian. Dari semua pelaku kejahatan yang ada di Laporan Kepolisian (LP) kelimanya tidak terlibat dalam kasus apapun.

Kendati demikian lanjut Kapolda, pihaknya tidak akan berhenti di situ. Diakuinya akan ada LP lainnya yang akan didalami terkait dengan kelima orang yang sudah diamankan tersebut. “Dengan ditangani Polda Papua bisa dilihat keterlibatan mereka dalam kasus apa saja, misalnya keterlibatan mereka dengan penyerangan Polsek, kasus di jalan antara sinak dan puncak atau mungkin  mereka terlibat dengan KKB Militer atau Lekagak yang ada di ilaga,” pungkasnya. (fia/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *