Jalan dan Listrik Masih Jadi Masalah di Distrik dan Kampung

Wabup Marthin Yogobi, SH, MHum.(Denny/Cepos)

WAMENA-Wakil Bupati Jayawijaya Marthin Yogobi,SH, MHum mengungkapkan bahwa permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat di distrik dan kampung yang ada di Jayawijaya itu rata -rata sama. Yakni, masalah akses jalan dan listrik. Hal ini selalu disampaikan kepada pemerintah, namun masalah -masalah ini tidak bisa dibenahi sekaligus tetapi pemerintah akan melakukan itu secara bertahap.

  “Ini masalah yang sering didengar oleh pemerintah khususnya jalan dan listrik , hampir semua itu sama, namun pemerintah tak bisa melakukan pembenahan itu sekaligus, tetapi harus bertahap khususnya untuk pembenahan jalan,”ungkapnya Jumat (16/7) kemarin.

  Sementara untuk masalah kelistrikan, kata Wabup  Yogobi, ini menyangkut dengan instansi lain yakni PLN. Karena  itu, Pemda Jayawijaya harus melakukan koordinasi lagi dengan PLN untuk penyambungan listrik yang nantinya dilakukan seperti apa.

  “Kalau listrik kan bukan di Pemda itu di PLN sehingga kita harus koordinasikan lagi daerah mana saja yang aliran listrik sudah masuk, kalau untuk penyambungan ke rumah warga, mungkin bisa dilakukan dengan pembiayaan dana desa yang dikelola,”katanya.

  Selain itu menyangkut dengan perekonomian masyarakat warga juga meminta alat kerja, dan itu sangat disanggupi oleh pemerintah supaya masyarakat bisa meningkatkan produktifitasnya komoditi pertanian yang dikembangkan selama ini atau makanan pokok dari masyarakat Baliem.

  “Kami menginginkan masyarakat itu tetap fokus dengan apa yang mereka miliki di kampung, seperti pengembangan kebun, ternak babi, ini yang harus terus didorong karena mencerminkan kehidupan masyarakat sendiri,”bebernya.

  Ia juga mengaku ada juga permintaan masyarakat untuk puskesmas, dan ini sudah dijanjikan oleh Bupati Jayawijaya akan dibangun pada tahun Anggaran 2022 dan akan tetap menjadi perhatian pemerintah karena untuk mendapatkan pelayanan kesehatan warga distrik Walaik harus ke Distrik Welesi, ini jangkauannya cukup jauh.

   “Karena letak Distrik Walaik dan Welesi itu berjauhan sehingga memang perlu ada fasilitas kesehatan seperti puskesmas disini,”tutupnya. (jo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *