Banyak yang Harus Diperbaiki jika Pakai Asrama Haji

Tampak Asrama Haji Kotaraja yang diusulkan Wali Kota Jayapura Dr Benhur Tomi Mano, MM., supaya tempat ini bisa dijadikan tempat isolasi mandiri terpadu untuk pasien Covid-19 Kota Jayapura yang gejala ringan maupun Orang Tanpa Gejala, Jumat (16/7) kemarin.(Priyadi/Cepos)

#Sebagai Tempat Isolasi Mandiri Terpadu Kota Jayapura

JAYAPURA– Wali Kota Jayapura Dr Benhur Tomi Mano, MM.,telah mengusulkan agar asrama haji Papua di kotaraja dapat dijadikan tempat isolasi mandiri terpadu untuk pasien Covid-19. Pasalnya tempat karantina terpusat yakni di LPMP Kotaraja sudah penuh.

Kakanwil Kemenag Provinsi Papua melalui Kabid Haji dan Bimas Islam Kantor Wilayah Kemenag Papua Musa Narwawan mengatakan, sampai saat ini dirinya belum menerima surat dari Walikota Jayapura terkait penggunaan asrama haji Kotaraja untuk dijadikan tempat isolasi Mandiri pasien covid Kota Jayapura.

Musa juga mengatakan, jika asrama haji Kotaraja dijadikan tempat isolasi Mandiri terpadu pasien Covid-19 Kota Jayapura tentu banyak pertimbangan yang harus dipikirkan pemerintah Kota Jayapura.  diantranya letaknya kurang strategis karena banyak pemukiman dan di situ ada masjid yang banyak digunakan oleh warga umat muslim sekitar untuk salat berjamaah.

  Kemudian secara fasilitas juga berbeda dengan LPMP Kotaraja karena di LPMP  memang benar-benar dipersiapkan untuk menginap setiap saat bagi peserta pendidikan dan latihan, namun di asrama haji kotaraja hanya momen tertentu dan saat ini juga ada beberapa kerusakan yang belum diperbaiki seperti saluran pipa air kebetulan banyak jaringan pipa yang patah  air meluap ke mana-mana jika digunakan, dan masih ada penambahan fasilitas lainnya jika memang asrama haji kotaraja harus digunakan.

“Hal inilah yang harus dipertimbangkan pemerintah selain dari letaknya yang kurang strategis karena berada di banyak pemukiman warga beda dengan LPMP Kotaraja yang tempatnya di belakang, Di asrama haji kotaraja juga ada masjid yang banyak digunakan warga umat muslim sekitar sehingga nanti pasti kejauhan saat warga mau salat, termasuk saat ini masih ada fasilitas yang harus dibenahi dan membutuhkan banyak biaya, di sana juga masih menggunakan air tanah, “katanya.

Pihaknya mengakui memang instruksi Menteri Agama Republik Indonesia bahwa asrama haji bisa digunakan untuk tempat isolasi Mandiri terpadu pasien covid, namun hal ini juga harus dipertimbangkan lokasi maupun fasilitas yang dimiliki di masing-masing asrama haji yang digunakan sebagai tempat isolasi  Mandiri terpadu pasien Covid-19.(dil/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *