16 Relawan PMI Semprot Disinfektan dan  Bagi Masker

Relawan PMI Cabang Merauke  saat melakukan semprot disinfektan di ruang kerja Sekertaris Dewan Kabupaten Merauke Drs. Agustinus Joko Guritno, M.Si kemarin.(Sulo/Cepos)

MERAUKE – Palang Merah Indonesia Cabang Merauke menurunkan 16 relawan untuk melakukan penyemprotan disinfektan dan pembagian masker gratis kepada warga  yang kedapatan tidak menggunakan masker,  Jumat (16/7). Penyemprotan  disinfektan ini dilakukan di Pasar Wamanggu Merauke, Terminal  Mobil Hilux dan Kantor DPRD Merauke.

   Plt Ketua  PMI Cabang Merauke Dominikus  Ulukyanan, S.Pd, ditemui media ini terkait dengan kegiatan tersebut mengungkapkan bahwa  meski kondisi  keuangan PMI saat ini sangat  terbatas, namun pihaknya berupaya ikut terlibat dalam  memutus mata rantai penularan Covid-19 di Kabupaten Merauke dengan membagikan masker dan melakukan penyemprotan disinfektan.

   “Saya melihat  anak-anak relawan ini memiliki semangat kerja yang tinggi untuk  terlibat dalam rangka memutus penyebaran Covid-19  melalui penyemprotan disinfektan dan pembagian masker  gratis meski tidak dilengkapi dengan APBD yang lengkap,” jelasnya.

   Dikatakan, penyemprotan disinfektan ini dilakukan atas permintaan  kepada PMI.  “Kita melayani penyemprotan disinfektan atas permintaan yang masuk. Artinya, penyemprotan yang kita lakukan itu memang sangat  dibutuhkan di kantor  tersebut untuk mensterilkan kembali ruangan mereka,” jelasnya.

    Menurutnya, selama ini sosialisasi hanya lebih banyak pada pemakaian masker, sementara penyemprotan disinfektan ini sudah jarang dilakukan, sehingga PMI mengambil langkah dengan mendatangi rumah-rumah untuk melakukan penyemprotan disinfektan.

   “Karena dari Satgas Covid tidak disebutkan model pemberantasan model seperti itu,” terangnya.

  Dominikus Ulukyanan yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua  II DPRD Kabupaten Merauke ini menjelaskan  bahwa penyebaran Covid ini tidak selamanya dari pelaku perjalanan. Karena yang banyak terjadi sekarang adalah  terjadi penyebaran secara lokal. “Sehingga suka tidak suka, pemberantasan juga dilakukan dengan melakukan penyemprotan ke kantor-kantor dan rumah,” tandasnya. (ulo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *