Tolak Pilkada, Massa Tutup Akses Jalur Darat ke Yalimo

Akses jalan yang ditutup massa pendukung pasangan Erdi Dabi-John Wilil, Selasa (13/7).(Foto warga for Cepos)

JAYAPURA– Massa pendukung pasangan Erdi Dabi-John Wilil kembali menutup dua jalur akses jalan darat ke Kabupaten Yalimo, Papua sejak Selasa (13/7). Massa menolak keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) untuk pelaksanaan Pilkada ulang di daerah tersebut.

  Leo Himan selaku perwakilan Tim Hukum Erdi Dabi-Jhon Wilil membenarkan info pemalangan jalan ke Yalimo saat dikonfirmasi melalui via telfonnya. Dijelaskan, massa menutup dua ruas jalan Trans Papua yakni ruas jalan menghubungkan Jayapura ke Yalimo dan dari Jayawijaya ke Yalimo.

  “Upaya ini dilakukan untuk mencegah konflik dengan massa dari pihak lain yang ingin mengacaukan situasi keamanan di Yalimo,” kata Leo saat dikonfirmasi, Rabu (14/7)

  Ia menyatakan masyarakat merasa kecewa dengan keputusan MK yang membatalkan pasangan Erdi-John sebagai calon bupati dan Wakil Bupati Yalimo pada 29 Juni 2021 lalu. “Mereka juga menolak keputusan MK untuk melaksanakan Pilkada ulang dalam jangka waktu 120 hari, akses jalan darat ke Yalimo ditutup total. Cara ini juga untuk mencegah masuknya pihak lain yang berencana menganggu situasi keamanan di Yalimo,” tuturnya.

  Selain itu, para pengungsi yang bukan penduduk setempat telah dievakuasi ke Wamena. Hal ini dikarenakan ketersediaan bahan makanan telah habis. “Masyarakat setempat masih bisa bertahan hidup walaupun pasokan barang kebutuhan pokok seperti beras telah habis. Mereka masih dapat mengonsumsi ubi dan petatas, ” kata Leo.

  Leo menegaskan, keputusan MK tidak sesuai prosedur karena sudah dilaksanakan tahapan pemungutan suara ulang di Yalimo pada  5 Mei 2021. Dimana pasangan Erdi-Jhon menjadi pemenang Pilkada Yalimo dengan perolehan 47.785 suara saat itu.

   Sementara itu, Kapolres Yalimo AKBP Hesman Napitupulu ketika dikonfirmasi Cenderawasih Pos melalui telepon selulernya mengakui masih ada penutupan jalan ke Yalimo. Hal ini dikarenakan massa masih menolak putusan MK hingga kini. “Kami terus menjalin komunikasi secara persuasif agar masyarakat kembali membuka kembali akses jalan. Untuk seluruh warga yang mengungsi masih berada di Wamena,” ucap Kapolres yang mengaku situasi  Kabupaten Yalimo sendiri hingga saat ini kondusif. (fia/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *