Siap Ikuti Arahan Pusat

Warga saat akan masuk ke Pelabuhan Jayapura untuk berangkat menggunakan KM Sinabung yang tiba di Jayapura Kamis(15/7) kemarin.(Priyadi/Cepos)

*Soal Usulan Penutupan Pelabuhan Jayapura

JAYAPURA-Kepala PT. Pelni Cabang Jayapura Harianto Sembiring mengakui, saat ini dengan adanya peningkatan  kasus Covid-19 di Kota Jayapura juga mempengaruhi jumlah penumpang yang datang dan masuk di Pelabuhan Jayapura, apalagi ada pengetatan pembatasan waktu di jawa dan bali.

Selain itu, dengan adanya permohonan Pemkot Jayapura kepada Pemprov Papua untuk sementara waktu meminta kapal putih sementara waktu tidak sandar di pelabuhan jayapura  dalam membantu mengurangi penularan Covid-19 tentu penumpang semakin berkurang lagi dan aturan ini tentu harus disampaikan ke pusat nanti pusat yang menentukan.

  “Pada prinsipnya jika aturan memang disetuji pusat kalau sementara waktu kapal putih tidak boleh sandar di pelabuhan jayapura kita tetap laksanakan aturan itu, yang penting ada aturan sudah dibuat kami terima lalu kami sampaikan kepada Pelni Pusat dan tentu nanti berhubungan dengan Menteri Perhubungan, kalau disetujui kita selaku pelaksana di lapangan tetapmengikutinya,”katanya, Kamis(15/7)kemarin.

Namun sejauh ini, surat dari Pemprov Papua belum diterima sehingga Pelni Cabang Jayapura juga tidak bisa memberikan suratnya ke pusat.    “Apapun keputusan yang diberikan oleh Pelni pusat kami tetap akan lakukan karena ini demi mendukung memutus mata rantai penyebaran Covid-19 yang terus meningkat dan untuk memulihkan ekonomi, karena Pelni sendiri juga mendukung penerapan protokol kesehatan tetap memberikan imbauan kepada penumpang, namun jika memang saat turun di pelabuhan dan dilakukan rapid ternyata reaktif tentu ini juga bukan tanggung jawab kami,”jelasnya.

Sekedar diketahui, berdasarkan rilis data BPS Papua pada bulan Juni 2021 terkait Jumlah penumpang yang berangkat menggunakan angkutan laut pada Mei 2021 mengalami penurunan sebesar 39,15 persen yaitu dari 7.934 orang pada April 2021 menjadi 4.828 orang.

Jumlah penumpang yang datang dengan angkutan laut pada Mei 2021 mengalami penurunan sebesar 32,94 persen, yaitu dari 7.456 orang pada April 2021 menjadi 5.000 orang. Volume barang yang dimuat pada Mei 2021 tercatat sebesar 25.069 ton atau meningkat 34,27 persen dibanding volumenya pada April 2021 yang sebesar 18.671 tonVolume barang yang dibongkar pada Mei 2021 tercatat sebesar 91.834 ton atau menurun 11,16 persen dibandingkan volumenya pada April 2021 yang sebesar 103.372 ton.(dil/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *