Pelaku Penyerangan Masih Didalami

Aparat Kepolisian saat melakukan penyekatan dan razia terhadap 400 warga yang dimobilisasi dari Lanny Jaya di Jalan Trans Kimbim Wamena.(Denny/ Cepos)

Polisi Sekat dan Razia Sajam Massa dari Lanny Jaya

WAMENA –Kapolres jayawijaya AKBP. Dominggus Rumaropen,S.Sos, MM mengungkapkan bahwa pelaku yang melakukan penyerangan kepada anggota Polres Jayawijaya ada dalam masa dan masih dikembangkan oleh penyidik. Sebab, saat warga melakukan penyerangan kemarin mereka melepaskan panah itu dari jarak yang terhalang  oleh pagar.

  “Karena situasinya dalam masa dan mereka melepaskan panah itu dari dalam pagar, maka kami belum bisa mendeteksi pelakunya, tetapi  kami masih melakukan penggalangan untuk bisa mengungkap siapa pelakunya,”ungkapnya, Kamis (15/7) kemarin.

  Kata Kapolres, saat kejadian anggota mengenakan rompi, sehingga panah yang dilepaskan tidak membahayakan dirinya, karena bisa diobati di Klinik Polres jayawijaya dan kembali melakukan aktifitas kantor seperti biasa. Namun karena itu sifatnya menyerang anggota  sehingga terpaksa dilakukan pembubaran paksa dengan penembakan Flash Ball.

  “Tidak ada dari masa yang kita amankan sementara waktu ini, kita hanya mengantisipasi bentrokan dua kelompok masa ini terjadi kembali ,”katanya.

  Menyusul aksi bentrokan yang terjadi kemarin, ada sekitar 400 warga dari Kabupaten Pemekaran Lanny Jaya datang ke Jayawijaya dengan membawa alat tajam. Namun pihaknya melakukan penyekatan di jalan trans Kimbim dari anggota Polres jayawijaya , Brimob dan Kodim 1702/ jayawijaya dipimpin langsung oleh Kapolres Jayawijaya.

  “Kita dapati mereka, menurunkan  mereka dari kendaraan yang digunakan lalu menyita alat tajam yang di bawah seperti panah , parang, busur namun karena mereka datang karena duka kita pastikan harus ke tempat duka dan tak boleh berkembang menjadi perang,”kata Rumaropen.

  Ia juga memastikan mereka yang datang dari Kabupaten Lanny Jaya untuk acara duka ini dikawal oleh aparat kepolisian sampai ke rumah duka, dan mereka berterimakasi karena dalam situasi seperti itu Kepolisian bisa mengizinkan untuk mengikuti acara duka dan mengatur mereka dengan baik hingga bisa dilakukan acara pemakaman (Perabuan)

  “Mobilisasi masa kemarin sangat mengherankan, dimana satu mobil Strada bisa mengangkut 32 orang di dalamnya untuk datang ke Wamena, namun masalah ini bisa kita himpun dengan baik dan mereka juga kooperatif mau mengikuti aturan apa yang kita imbau,”bebernya.(jo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *