Ditunda, Kecewa Tapi Tetap Patuhi Aturan Pemerintah

Donny Monim.(Erik / Cepos)

JAYAPURA – Penundaan kompetisi Liga 1 musim ini membuat beberapa pemain merasa cemas dengan nasib kompetisi kasta tertinggi tanah air itu. Trauma di musim 2020 masih menghantui para seniman lapangan hijau. Pemain Persipura Jayapura misalnya.

Donny Monim, salah satu palang pintu Persipura musim ini mengaku khawatir, peristiwa di musim lalu kembali terulang di musim ini. Sebab itu ia berharap, federasi PSSI dan operator kompetisi PT LIB benar-benar konsisten bisa menggelar kompetisi Liga 1 pada 20 Agustus mendatang.

Apalagi menurut Donny, Persipura merupakan salah satu kontestan Liga 1 Indonesia yang sudah melakukan persiapan cukup lama. Persipura telah memulai pemusatan latihan sejak 20 Maret lalu di Kota Jayapura, kemudian melanjutkan pemusatan latihan di Kota Surabaya dan Malang.

“Untuk kompetisi liga 1 Indonesia, saya cuma berharap penundaan ini jangan terlalu lama dan semoga tidak terjadi seperti tahun lalu, saya sebagai pemain sangat jenuh menunggu liga untuk mulai,” ungkap Donny Monim kepada Cenderawasih Pos via telepon selulernya, Rabu (14/7) siang kemarin.

Mantan stoper Barito Putera itu berharap, Covid-19 segera meredah dan kompetisi Liga 1 benar-benar bisa dijalankan. Ia mengaku sangat merindukan kompetisi sepakbola tanah air.

“Saya sangat berharap, kompetisi liga 1 tahun ini bisa berjalan secepatnya. Kami semua sudah sangat merindukan kompetisi sepakbola,” pungkas pemain berusia 28 tahun itu.

Rasa kecewa juga diungkapkan oleh salah satu penjaga gawang Persipura Jayapura, Gerry Mandagi. Kiper asal Tomohon, Sulawesi Utara itu  juga merasa sangat kecewa dengan penundaan kompetisi Liga 1. Kekecewaan Gerry kian lengkap setelah AFC dengan resmi memutuskan untuk membatalkan Persipura dan Bali United untuk mentas di Piala AFC tahun ini.

Meski kecewa, tapi mantan kiper Persiwa Wamena itu tetap menghormati keputusan PSSI dan PT LIB terkait penundaan kompetisi. Menurutnya, biar bagaimana pun, putusan tersebut sudah sangat tepat demi kesehatan mereka.

“Kalau bicara soal kecewa karena kompetisi ditunda, ya sudah jelas saya sangat kecewa. Tapi biar bagaimanapun tetap ikuti aturan pemerintah,” tutup Gerry. (eri/gin).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *