ULMWP: Keputusan Otsus Sepihak Indonesia Lakukan Politik Rasisme 

Markus Haluk. (Ist/dok)

JAYAPURA -Kebijakan memperpanjang Otonomi Khusus (Otsus) Papua dilakukan secara sepihak oleh Pemerintah Pusat dan sebagai praktek Politik Rasisme Sistemik Indonesia pada Orang Melanesia di West Papua. Hal ini diungkapkan, Direktur Eksekutif United Liberation Movment  For West Papua, (ULMWP) Markus Haluk,  ia  mengatakan keputusan ini sepihak dan tidak menyentuh akar persoalan Papua yang terus di swarakan.

“Menolak tegas Kebijakan pemerintah Indonesia untuk memperpanjang Otonomi Khusus Papua Jilid 2, hal ini  Menyikapi Desas-desus kebijakan Pemerintah Kolonial Indonesia memperpanjang Otonomi khusus pada 15 Juli 2021,” katanya dalam wawancaranya di Abepura,  Selasa, (13/7).

Ia mengatakan, kebijakan memperpanjang Otonomi Khusus Papua secara sepihak oleh Pemerintah Indonesia pada masa Rejim Jokowi merupakan praktek Politik Rasisme sistemik pada Orang Melanesia di West Papua

“Melihat dinamika hidup West Papua saat ini dan selama 20 tahun Pelaksanaan Otonomi Khusus Jilid 1 pada 2001-2021,” katanya.

Dikatakan bahwa masa depan Papua untuk menjamin kehidupan bangsa Papua, namun sebaliknya bahwa sejak Mei 1963 sampai saat ini, tanah Papua oleh Indonesia dijadikan sebagai masa depan bagi 270 juta penduduk Indonesia.

“Semakin nyata bahwa Papua bersama Indonesia, akan  mengalami nasib tragis. Orang Papua cepat atau lambat akan mengalami pemusnahan etnis,” katanya.

Ia menjelaskan, Pengalaman dan fakta seperti penduduk asli suku Aborigin di Australia, penduduk  asli orang Indian di tanah Amerika serta beberapa suku asli lainnya yang menjadi  minoritas mulai terjadi pada orang Papua di West Papua selama pendudukan  Indonesia sejak Mei 1963.

“20 tahun pelaksanaan Otonomi Khusus (November 2001-July 2021), pemerintah  kolonial Indonesia telah gagal dilaksanakan di West Papua. Sebaliknya, Otonomi  Khusus menjadi sarana politik pendudukan, mempratekan politik rasisme sistemik.dan mempercepat pemusnahan etnis orang Melanesia di West Papua,” katanya.

Oleh sebab Haluk meminta kepada para pemimimpin Melanesia, Pacifik, Afrika, Caribia, Uni Eropa, USA dan komunitas internasional tanpa terkecuali menghentikan dukungan politik dan dana keberlanjutan Pelaksanaan Otonomi Khusus Papua untuk 20 tahun yang akan datang.

“Sebaliknya, kami mohon dukungan para pemimpin regional dan komunitas untuk mendorong Indonesia untuk mengijinkan kunjungan Dewan Hak Asasi Manusia PBB, kunjungan diplomat, jurnaslis, para akademisi, peneliti, anggota senator dan kongres untuk mengunjungi West Papua,” katanya.

Dikatakan, Solusi demokratis bagi West Papua ialah Pemerintah Indonesia memberikan pilihan  kepada bangsa Papua untuk menentukan hak penentuan nasib sendiri.

Ia menambahkan pada saat yang sama di Papua,  Pemerintah Indonesia karena mayoritas orang Kristiani sehingga hadir sebagai koloni baru untuk melakukan pendudukan, penjajahan, mempratekan politik rasisme sistemik.”Hak Bangsa Papua untuk Merdeka dan Berdaulat tidak bertentangan dengan Konstitusi Indonesia. Sebaliknya dalam mukadimah konstitusi Indonesia 1945 mengijinkannya 100%, “Kemerdekaan ialah hak segala bangsa. Oleh sebab itu penjajahan di atas dunia harus dihapuskan.” Jadi bangsa Papua punya hak untuk  merdeka. Dan penjajahan Indonesia pada orang Papua harus dihentikan karena bertentangan Konstitusi dan sila kedua Pancasila. Perjuangan kemerdekaan dan kedaulatan Politik Bangsa Papua juga tidak bertentangan dengan Kitab Suci Umat Kristiani, Kitab Alquran dan kitabsuci agama-agama besar lainnya ” paparnya.

Lajutnya, politik bangsa Papua juga tidak bertentangan dengan Deklarasi Universal PBB. Maka kini sudah waktunya, pemerintah dan rakyat Indonesia, para pemimpin dan umat  beriman di Indonesia dan pemimpin komunitas Internasional untuk mendoakan dan mendukung penuh perjuangan hak politik bangsa Papua untuk Merdeka dan berdaulat.

“Kini sudah tiba waktunya untuk bangkit melawan semua sistem politik rasial yang dipratekan oleh Indonesia,” katanya, (oel).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *