Tempat Wisata dan Hiburan Malam Sementara Ditutup

Rapat Satgas Covid 19 Kota Jayapura, Forkopimda Kota Jayapura, tokoh agama, serta stakeholder terkait lainnya, di Kantor Wali Kota Jayapura, Selasa (13/7) kemarin.(Gratianus silas/cepos)

JAYAPURA– Setidaknya terdapat beberapa poin penting yang menjadi hasil dari Rapat Satgas Covid 19 Kota Jayapura, Forkopimda Kota Jayapura, tokoh agama, serta stakeholder terkait lainnya, di Kantor Wali Kota Jayapura, Selasa (13/7) kemarin.

“Pertama salat Idul Adha dan pelaksanaan Kurban dilakukan di masjid dan musala dengan tetap ketat prokes, serta terbatas 25 persen saja kehadiran umat dari kapasitas ruangan. Mohon pengawasan MUI dan takmir masjid, dan para tokoh agama Islam,” sebut Wali Kota Jayapura, Dr. Benhur Tomi Mano, MM., membacakan kesimpulan rapat, Selasa (13/7) kemarin.

Dikatakan, untuk pelaksanaan ibadah di rumah ibadah, hanya boleh 25 persen saja umat yang beribadah dari kapasitas ruangan atau rumah ibadah. Waktu ibadah juga diminta untuk dipersingkat, paling lama satu jam.

Selain itu, aktivitas ekonomi dan masyarakat tak berubah, yakni dari pukul 6.00 WIT hingga 20.00 WIT. Oleh sebab itu, para pelaku ekonomi diminta untuk dapat mematuhi waktu operasional yang telah ditentukan.

“Restoran, warung makan, kafe, toko, swalayan, pusat perbelanjaan, dapat beroperasi dengan ketentuan memprioritaskan pemesanan online (take away/belanja online). Kemudian, batasi pelanggan yang makan/minum di tempat paling tidak 25 persen dari kapasitas ruangan, dengan mengatur jarak duduk, serta menyajikan menu bagi pelanggan. Diutamakan juga pembayaran non tunai atau elektronik, serta sediakan masker bagi pelanggan,” katanya.

Namun, ada juga usaha yang disepakati untuk tutup atau tidak diperbolehkan untuk beroperasi hingga 31 Juli nanti. Seperti salon, klinik kecantikan, pusat permainan ketangkasan anak, SPA, karaoke, bar, diskotik, serta panti pijat.

“Kegiatan masyarakat yang ditutup sepanjang Juli ini adalah area publik fasilitas umum seperti taman, tempat wisata, dan yang lainnya. Jadi, Pantai Base G, Pantai Hamadi, Pantai Holtekamp, ditutup. Polisi dan Satpol PP nanti tarik police line untuk tutup area tersebut. Nanti Satgas Covid 19 Kota Jayapura akan turun untuk pantau,” ujarnya.

Kegiatan seni budaya, seminar, pertemuan, maupun rapat yang menghadirkan banyak orang berkumpul dan berkerumun tidak diperkenankan juga untuk dilakukan. “Resepsi pernikahan atau hajatan pada umumnya dibatasi kehadiran undangan kurang lebih 100 orang, dengan tidak menyediakan makan di tempat,” ungkapnya.

“Khusus Juli ini juga, pelayanan publik, dalam hal ini angkutan kota dan mobil rental dibatasi jumlah penumpangnya paling tidak 50 persen dari kapasitas kendaraan, serta atur jarak duduk penumpang,” sambungnya.

Sedangkan untuk waktu kerja para pegawai instansi kantor maupun usaha dibatasi juga hingga pukul 20.00 malam. Untuk sistem kerja aparatur pemerintahan, swasta, BUMN, maupun BUMD, diatur 75 persen Work From Home dan 25 persen Work From Office. Waktu kerjanya di kantor dibatasi pada pukul 8.00 pagi hingga pukul 15.00 sore.

“Terapkan PPKM Mikro di tingkat kelurahan dan kampung, dengan koordinasi bersama antara kadistrik, lurah, kepala kampung, Kapolsek, Danramil, Babinsa, dan Babhinkamtibmas, serta kepala puskesmas,” terangnya.

Dengan ketentuan ini, tidak boleh lagi ada aktivitas, baik masyarakat maupun ekonomi, di atas pukul 20.00 WIT malam. Operasi terpadu akan dilakukan di atas pukul 20.00 WIT malam untuk menindak masyarakat maupun pelaku ekonomi yang tidak mematuhi ketentuan.

“Tidak boleh ada aktivitas di atas pukul 20.00 WIT malam. RT/RW wajib bikin portal dengan dikoordinasikan oleh kadistrik. Untuk pimpinan agama diminta untuk terus melakukan sosialisasi PPKM Mikro bagi masyarakat. Termasuk juga mengimbau masyarakat untuk melakukan vaksinasi. Ini langkah yang dilakukan dalam menekan angka penularan Covid 19 di Kota Jayapura,” jelasnya.

Sementara itu, untuk sekolah, perguruan tinggi, akademi, maupun institusi pendidikan pada umumnya masih dapat dilakukan, tapi hanya melalui daring. “Jikalau ada tempat aktivitas masyarakat yang ditemukan ada yang positif, maka tempat tersebut akan ditutup,” tambahnya.

Kesepakatan ini, tambah Wali Kota Mano, akan langsung berlaku pada Rabu (14/7) hari ini, di mana evaluasi akan dilakukan pada awal Agustus. (gr/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *