Penerbangan Ditutup, Akses Jalan Darat Diperketat 

Bupati Jhon Richard Banua, SE, MSi.(Denny/Cepos)

WAMENA-Selain menutup akses penerbangan khusus penumpang selama 2 minggu, Pemda Jayawijaya juga telah menyiapkan posko di Polsek Kurulu untuk melakukan pemeriksaan terhadap setiap kendaraan yang masuk dari Jayapura melalui Kabupaten Yalimo.

   Bupati jayawijaya Jhon Richard Banua , SE, MSi mengaku untuk pengawasan jalan darat pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Polres Jayawijaya untuk membangun posko pemeriksaan di Polsek Kurulu. Sebab setiap kendaraan yang masuk dari Jayapura selalu melapor ke pos tersebut, sehingga bisa dimanfaatkan untuk langsung melakukan pemeriksaan swab antigen kepada pengendara maupun penumpang atau sopir yang melintas.

  “Kita akan bangun posko pemeriksaan di Polsek Kurulu untuk melakukan pemeriksaan kepada warga yang masuk dari Jayapura melalui Kabupaten Yalimo, dan kita sudah koordinasi dengan Polres Jayawijaya untuk posko tersebut,”ungkapnya Selasa (13/7) kemarin.

  Ia menyatakan saat ini pemerintah sedang mempersiapkan tenaga medis yang akan ditempatkan di posko tersebut. Diharapkan dalam waktu dekat ini posko tersebut sudah aktif untuk melakukan pemeriksaan untuk mobilisasi warga yang menggunakan perjalanan dengan jalan darat dari Jayapura ke Wamena.

  “Kita masih siapkan segala keperluannya, mulai dari tenaga medis yang akan melakukan pemeriksaan, maupun peralatan yang akan digunakan di posko itu. Artinya setiap warga yang melaporkaan diri di Polsek Kurulu nantinya wajib dilakukan Swab Tes Antigen,”jelasnya.

  Ia menyatakan, untuk saat ini tidak banyak warga yang melakukan mobilisasi dengan jalan darat pasca konflik politik di Kabupaten Yalimo. Untuk jalan darat banyak yang dipalang oleh warga, sehingga untuk pengawasan kendaraan yang masuk melalui jalan darat ke Wamena juga masih bisa ada waktu untuk mempersiapkan yang dibutuhkan.

  “Sekarang kan jalan darat dari jayapura yang melalui kabupaten Yalimo masih ada beberapa yang dipalang, sehingga mungkin sekarang untuk melalui jalan darat juga agak terhambat untuk dilalui dengan kendaraan,”kata Jhon Banua

  Mantan Wakil Bupati Jayawijaya dua Periode juga menambahkan meskipun terhambat namun pihaknya tetap akan melakukan pengawasan di jalan darat. Hal ini dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid -19 yang di Jayawijaya yang 75 persen itu dibawh dari luar Jayawijaya sedangkan sisanya merupakan penularan lokal.

  Sementara itu dari data yang dihimpun Cenderawasih pos pada tim percepatan penanganan Covid -19 jayawijaya, jika sebelumnya posisi pasien Covid -19 yang dirawat mencapai 202, kini ditemukan lagi warga yang terkonfirmasi positif sebanyak 18 orang, sehingga kini angka pasien berubah menjadi 220 pasien yang masih dalam perawatan.(jo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *