Gaji Belum Dibayar, Perwakilan Guru Honor Temui Bupati

Rachel Manufandu bersama dengan guru honorer lainnya memberikan keterangan kepada wartawan seusai melakukan pertemuan dengan Bupati Merauke Romanus Mbaraka, Selasa (13/7) kemarin.(Sulo/Cepos)

MERAUKE-Sebanyak 10 guru honorer yang merupakan perwakilan dari sekitar kurang lebih 500 tenaga honorer menemui bupati Merauke Drs. Romanus Mbaraka, MT,  Selasa (13/7), kemarin. Kedatangan perwakilan guru honorer menemui bupati tersebut untuk  mengadukan nasib mereka.

  Dimana gaji mereka sejak Januari sampai sekarang belum dibayarkan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Merauke. Hanya saja, pertemuan yang berlangsung di lantai 3 ruang rapat kantor bupati Merauke itu tertutup  bagi wartawan. Koordinator guru Honorer Rachel Manufandu, seusai pertemuan itu mengungkapkan bahwa kedatangan pihaknya untuk menemui bupati  Merauke terkait dengan honor  yang sampai Sekarang belum dibayarkan.

  “Kamis kemarin, kami ketemu dengan kepala dinas menyangkut  kami punya honor yang  sekitar 7 bulan ini belum dibayarkan. Berdasarkan keputusan pertemuan dengan kepala dinas, informasinya masih simpang siur. Karena kepala dinas sendiri menyampaikan bahwa untuk persoalan untuk guru honor itu bisa dibayarkan  untuk kolektif itu hanya 2 bulan. Sedangkan honorer dengan nota dinas bupati akan dibayarkan 3 bulan. Tapi informasi dari kepala dinas, kalau belum puas dengan jawaban tersebut kami diminta untuk bisa ketemu langsung dengan bupati,” jelasnya.

   Karena itu, jelas dia, pihaknya datang untuk menemui Bupati Romanus Mbaraka. “Senin kemarin, kami mau bertemu bupati tapi  belum bisa karena belum ada janjian. Sekarang baru bisa ketemu setelah kemarin ada  janjian,” jelasnya.

  Rachel Manufandu atas nama seluruh honorer baik yang diangkat dengan nota dinas bupati sebanyak 126 orang maupun honorer yang diangkat kepala dinas secara kolektif  lebih dari 350-an orang menyampaikan terima kasih kepada bupati Merauke  Romanus Mbaraka yang  akan segera mengakomodir harapan dari  para guru honorer untuk hak-haknya bisa segera dibayarkan.

  “Kami terima kasih  kepada pak bupati  karena beliau telah mengakomodir apa yang menjadi harapan kami,” tandasnya. Ditambahkan bahwa meski selama ini gaji belum dibayarkan namun para  guru honorer tersebut masih tetap setia untuk  mengajar anak-anak didiknya. (ulo/tri)    

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *