DMI Papua –MUI Kota Dukung Instruksi Wali Kota

Umat muslim saat melaksanakan salat jumat berjamaah di Masjid Raya Baiturrahim Jayapura, Jumat (9/7) lalu. Inzet * Ketua Umum DMI Papua Dr.H.Mansur M.,SH.,MM. berbincang bincang dengan Rektor IAIN Fattahul Muluk Papua di Buper Waena Dr.Idrus Al Hamid, baru-baru ini.(Priyadi/Cepos)

* Terkait Pembatasan Salat Berjamaah di Masjid

JAYAPURA-  instruksi Wali Kota Jayapura tentang Salat Idul Adha di masjid dan salat berjamaah hanya boleh diisi 25 persen dari kapasitas masjid mendapat dukungan dari Dewan Masjid Indonesia (DMI) Papua dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Jayapura.

Ketua umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) Provinsi Papua Dr.H.Mansur M.,SH.,MM.mengakui, pihaknya tetap mengikuti instruksi pemerintah, karena dalam agama Islam memerintahkan taat juga kepada pemerintah, selain pertama taat kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan Rasul.

“Jadi ketaatan itu yang pertama kita kepada Allah SWT, kedua Rosul dan ketiga taat kepada pemerintah di dunia karena ini itu untuk kebaikan masyarakatnya, jadi dengan adanya pembatasan jam umat Islam yang yang salat di masjid kita harus taat secara baik dan benar,”katanya, Selasa,(13/7)kemarin.

Dijelaskan Mansur,  bagi seluruh  para takmir masjid di seluruh Provinsi Papua untuk menerapkan protokol kesehatan di setiap masjid harus disediakan masker, handsanitizer, alat pengukur suhu tubuh, melakukan penyemprotan desinfektan setiap saat jika telah dilakukan salat berjamaah dan mengatur jarak shaf tidak boleh dekat-dekat namun ada jaraknya.

Ditambahkan,  pada saat melaksanakan salat Hari Raya Idul adha maupun pelaksanaan pemotongan hewan kurban di masjid juga harus menjaga kebersihan lingkungan maupun protokol kesehatan jangan sampai ada klaster baru di Kota Jayapura.

  Dia juga mengimbau kepada Lansia dan anak-anak untuk tidak memaksakan diri untuk salat berjamaah di masjid,  termasuk jamaah yang merasa sakit  juga tidak datang ke masjid untuk menghindari penyebaran Covid- 19.

“Ibadah salat berjamaah bisa dilakukan dengan keluarga atau sanak famili di rumah karena tidak mengurangi pahala yang diberikan oleh Allah subhanahu wa ta’ala. Kita selalu berdoa pandemi Covid-19 ini segera berlalu supaya kegiatan aktivitas kita bisa berjalan normal tanpa ada batasan seperti ini dan ini harus dimulai dari kesadaran diri masing-masing untuk membantu memutus mata rantai penyebaran Covid 19 di Kota Jayapura,”jelasnya.

Hal senada juga dikatakan Ketua MUI Kota Jayapyra KH. Zulham Ma’mun,  menurutnya hal ini untuk menjaga keselamatan dan kesehatan bersama serta untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 karena saat ini kasus penyebaran Covid-19 terus meningkat di Kota Jayapura .

Karena itu, umat muslim diharapkan bisa terus berdoa supaya wabah virus Civid 19 bisa segera berakhir.  Oleh sebab itu instruksi Walikota harus dilakukan dengan maksimal penuh dengan kesadaran karena ini untuk kesehatan dan keselamatan bersama.(dil/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *