Wawalkot Tegaskan Pernikahan Anaknya Terapkan Prokes Ketat

Wakil Wali Kota Jayapura, Ir. Rustan Saru, MM., memberikan keterangan pers, Senin (12/7) kemarin.(Gratianus silas/cepos)

JAYAPURA– Wakil Wali Kota Jayapura, Ir. Rustan Saru, MM., menyayangkan pemberitaan yang dipublikasikan tanpa adanya konfirmasi darinya maupun pihak keluarga. Hal ini disampaikan Wawalkot Rustan menyikapi acara pernikahan anaknya yang sempat viral belakangan ini.

“Itu betul bahwa saya menikahkan putra saya. Tapi itu sudah dipersiapkan dari jauh-jauh hari sebelumnya. Saya ini tidak bodoh. Saya ini Wakil Ketua Satgas Covid 19 dan memahami betul protokol kesehatan,” jelas Ir. Rustan Saru, MM., Senin (12/7) kemarin.

Wawalkot Rustan meluruskan kekeliruan sebagaimana disampaikan bahwa acara tersebut menghadirkan ribuan orang dan tidak menerapkan prokes. Sebaliknya, acara tersebut digelar dengan dasar izin yang dikeluarkan Polresta Jayapura Kota sebagai bukti mengikuti aturan dan tidak melanggar prokes.

“Itu tidak benar kalau acara hadirkan ribuan orang  dan melanggar prokes. Sebab, panitia dalam acara itu semuanya sudah melakukan rapid antigen, mulai dari petugas catering, petugas WO, keamanan, petugas parkir, pengantar tamu, bagian souvenir, bahkan pengantin dan keluarga semuanya, termasuk saya. Ini buktikan bahwa kita tidak positif Covid 19,” terangnya.

“Acara juga kita lakukan dalam 3 sesi, yakni acara di pukul 12.00 siang, pukul 16.00 sore, dan pukul 18.00 petang. Kita tutup acara pada pukul 19.30 malam sesuai edaran Wali Kota Jayapura. Untuk undangan, di tiap sesinya itu dibatasi 250 undangan saja. Mereka datangnya tidak bersamaan juga. Ketika ambil makan, diatur sesinya juga, dan di tiap sesi pengambilan makanan dibatasi 10 orang saja secara bergantian,” sambungnya.

Tak heran Wawalkot Rustan menyesalkan pemberitaan yang dipublikasi tanpa adanya konfirmasi, serta tidak meninjau langsung ke lokasi berlangsungnya pernikahan.

“Kalau langsung cek, saya hormat kalau itu betul melanggar. Pasalnya, semua panitia acara tersebut ada 40 orang, panitia diarahkan supaya jangan ada tamu yang tidak pakai masker, jangan ada yang tidak pakai sarung tangan, karena sarung tangan kami sediakan bagi tamu. Bahkan acara itu dilengkapi alat pengukur suhu, handsanitizer, dan semua kursi kita atur berjarak sesuai prokes. Jadi dari prokes kita sangat lengkap,” ungkapnya.

Sedangkan, perihal pengantin perempuan yang tidak mengenakan masker, Wawalkot Rustan jelaskan bahwa yang bersangkutan telah melakukan rapid antigen di mana hasilnya negatif.

“Tidak salaman juga dengan tamu. Bahkan jarak panggung untuk pengantin dan tamu itu sejauh 20 meter. Kemudian, pengantin perempuan dikenakan riasan adat di kepala dengan ukuran yang tinggi dan lebar, sehingga tidak pas ketika dikenakan masker. Lagipula, sudah dijamin dia negatif, dan jauh jaraknya dengan tamu undangan, sehingga tidak ada kontak yang terjadi. Hal ini perlu saya sampaikan agar pemberitaan itu benar-benar berimbang dan bisa kita pertanggungjawabkan,” jelasnya.

Sementara itu, Wali Kota Jayapura, Dr. Benhur Tomi Mano, MM., yang sempat hadir pada acara pernikahan itu menjelaskan bahwa semua panitia dan pelayan di acara tersebut sudah rapid antigen, undangan dibatasi, dan penerapan prokes yang ketat sekali, sehingga yang hadir tidak seperti yang diberitakan sampai ribuan orang.

“Banyak kursi kosong juga dan dibagi per sesi juga, yakni jam 12 siang, jam 4 sore, dan jam 6 sore. Pengantin perempuan tidak pakai masker, karena ada riasan adat di kepala yang dikenakan sehingga tidak sesuai dengan masker digunakan. Namun, diketahui bahwa panitia, petugas di situ, termasuk keluarga, dan kedua pengantin sudah dirapid, dan dipastikan negatif covid 19,” tambah Dr. Benhur Tomi Mano, MM. (gr/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *