Gawat, BOR Rumah Sakit 100 %

BOR rumah sakit di Provinsi Papua khususnya di Kota Jayapura rata-rata mencapai 100 persen. Tampak aktivitas di lobi Poliklinik RSUD Jayapura, Senin (12/7).(Yohana/Cepos)

JAYAPURABed Occupancy Ratio (BOR) atau tingkat pemanfaatan tempat tidur di rumah sakit di Provinsi Papua khususnya di Kota Jayapura rata-rata sudah mencapai 100 persen. Hal ini disebabkan jumlah kasus terkonvirmasi Covid-19 terus meningkat.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua, Dr. Robby Kayame, SKM., M.Kes., mengakui untuk kabupaten dan kota yang jumlah kasus Covid-19nya naik tinggi, rumah sakitnya rata-rata full atau BOR-nya telah mencapai 100 persen.

“Khusus untuk Kota Jayapura, Mimika dan sebagainya yang lonjakan kasusnya meningkat rata-rata rumah sakitnya penuh. Kami sudah mengambil beberapa upaya dalam hal penambahan ruang untuk menampung pasien Covid-19, baik melalui LPMP dan bekerja sama dengan pemda-pemda setempat untuk menyediakan lokasi penampungan,” ungkap Robby Kayame kepada Cenderawasih Pos, Selasa (12/7) kemarin.

Dirinya berharap, masyarakat ikut membantu dengan mentaati protokol kesehatan sehingga jumlah kasus bisa secepatnya turun. Sebab, apabila kasus masih terus bertambah, maka secara otomatis rumah sakit akan kewalahan menampung pasien Covid-19. “Saat ini masih tersedia 20-30 kapasitas untuk ruang-ruang isolasi yang kami siapkan dengan bantuan semua stakeholeder,” tambahnya.

Secara terpisah, Sekda Provinsi Papua, Dance Yulian Flassy mengatakan, berdasarkan informasi yang baru diterimanya, BOR yang tersedia saat ini sudah full, khususnya di RSUD Jayapura.

“Khusus untuk kapasitas BOR di RSUD Jayapura, sudah full. Belum lagi rumah sakit lainnya yang sudah menyiapkan tenda-tenda untuk menampung pasien. Solusi yang saat ini tengah dibahas adalah penambahan ruangan, itu dilakukan di RSUD Jayapura,” katanya.

Lanjutnya, nantinya kapasitas ruangan tamabahan akan disediakan di RSUD Jayapura. Dimana ruangan baru yang berada di lantai 3 akan difungsikan untuk menampung pasien Covid-19, agar pasien tidak bercampur dengan pasien umum.

“Kondisi ini benar-benar memprihatinkan. Jika tidak cepat ditangani akan berdampak lebih buruk. Jadi kesadaran masyarakat harus dilakukan. Jika ini dibiarkan bisa jadi pasien Covid-19 tidak dapat dirawat di rumah sakit dengan peralatan yang memadai karena jumlah terkonfirmasi terus bertambah,” pungkasnya.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Provinsi Papua, dr. Silwanus Sumule SpOG(K) menambahkan, ketersediaan kapasitas ruangan untuk menampung pasien Covid-19 yaitu ruangan isolasi di RSUD Jayapura sebanyak 24 tempat tidur.

Seluruh tempat tidur di ruang isolasi termasuk di IGD (Instalasi Gawat Darurat) dan ruangan paru, diakuinya sudah full. “Sementara ruang IGD sebanyak 8 tempat tidur yang kami siapkan. Di ruang  paru sekitar 6 tempat tidur yang juga kami siapkan. Jadi total tempat tidur yang kami siapkan sebanyak 38 tempat tidur. Tetapi semuanya sudah terisi pernuh,” bebernya.

Diakuinya, sampai dengan saat ini kondisi ruangan yang disiapkan sudah penuh. Pihaknya berencana menambah ruangan baru untuk mengatasi lonjakan pasien Covid-19 saat ini. “Lonjakan kasus Covid-19 saat ini memang naik cukup signifikan. Rata-rata 224 kasus setiap hari per awal Juli 2021,” tambahnya.

Sementara itu, Gubernur Papua, Lukas Enembe yang sudah kembali beraktivitas usai menjalani perawatan di RS Elisabeth Singapura, ikut memantau perkembangan covid di Indonesia termasuk di Papua.

Gubernur Lukas Enembe mengaku khawatir dengan angka yang terus meledak. Ia meminta masyarakat Papua ikut peduli dan bukan mengabaikan situasi tak sehat ini.

Menurut Juru Bicara Gubernur Papua, Muhammad Rivai Darus, Gubernur Lukas Enembe ikut khawatir dengan kondisi pandemi ini. Ia tak ingin rakyatnya berjatuhan akibat Covid-19, sehingga jangan ada sikap mengabaikan. “Gubernur ikut memantau perkembangan Covid dan beliau melihat Covid semakin menggila dan mengganas di Indonesia. Jangan sampai di Papua menjadi lebih parah,” jelas   Rivai Darus kepada wartawan di Hotel Suni & Contention Abepura, Senin (12/7).

Di sini Rivai melanjutkan ucapan terima kasihnya kepada masyarakat Papua. “Dari lubuk hati, beliau  menyampaikan terima kasih kepada sleuruh rakyat Papua yang sudah mendoakan beliau karena saat ini sudah kembali dan memulai aktivitasnya sebagai kepala daerah. Beliau sampaikan terima kasih atas doa yang sudah diberikan untuk kesembuhan beliau. Ia juga menyampaikan turut berduka cita yang mendalam kepada masyarakat dan keluarga yang ditinggalkan akibat Covid-19. Karenanya protokol kesehatan covid harus dijalankan,” beber Rivai.

Di sini kepada Cenderawasih Pos, mantan Ketua KNPI ini menyebut kondisi gubernur terus membaik dimana siang kemarin memimpin rapat secara kontinyu dan memimpin selama 2 jam. “Beliau sehat sekali dan mendengarkan berbagai pemaparan kemudian  memberikan arahan dengan bahasa yang sempurna dan tadi kami duduk selama 2 jam untuk rapat,” imbuhnya. Sementara usai pertemuan dengan tim koalisi, Gubernur Lukas Enembe memang tidak  memberikan pernyataan pers. Ia lebih banyak dikelilingi orang – orang terdekatinya untuk keluar dari hotel menuju mobilnya.

Informasi yang diterima Cenderawasih Pos, saat ini memang gubernur mengurangi aktivitas melakukan interaksi dengan banyak orang guna  mengantisipasi jika terjadi hal – hal yang tak diinginkan saat pandemi ini. Alhasil wartawan hanya bisa memotret sambil membuka jalan untuk gubernur lewat. (ana/ade/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *