Gagal Piala AFC, Mengecewakan Pemain Tapi Berkah Bagi Jacksen

Pemain Persipura Jayapura saat melakukan latihan di Stadion Mandala Jayapura beberapa pekan lalu.(Erik / Cepos)

JAYAPURA – AFC resmi membatalkan piala AFC zona Asean, atau grup yang belum menjalankan pertandingan, seperti grup G, H dan I. Dua wakil Indonesia, Persipura Jayapura dan Bali United harus memupus impian mereka untuk bisa mentas pada kompetisi kasta kedua Asia itu.

Pelatih kepala Persipura Jayapura, Jacksen F. Tiago, mengatakan setelah dipastikan batal bermain di Piala AFC musim ini, sangat berdampak pada psikologi timnya. Terutama bagi pemain muda yang berharap bisa bermain bersama Persipura di ajang kompetisi internasional.

“Soal gangguan psikologi tim sudah pasti, misalnya harapan anak-anak semua bisa bertanding pada level internasional, dan tentu itu harapan kita bersama,” ungkap Jacksen F. Tiago, Senin (12/7).

Tapi di lain sisi, secara teknis, juru taktik asal Brasil itu mengaku sangat bersyukur mereka batal tampil pada Piala AFC musim ini. Ia mengaku, persiapan timnya kali ini tidak begitu siap seperti musim-musim sebelumnya. Mengingat Persipura musim ini merupakan salah satu kontestan yang sangat minim persiapan.

“Dan seandainya kita ke Piala AFC kita sudah pasti kehilangan beberapa pemain dan persiapan kita tidak maksimal, sehingga kita tetap bersyukur dan tidak ada masalah apapun, dan kita bijak menanggapi persoalan dunia saat ini (Covid-19),” ujar Jacksen.

“Kalau dari aspek persiapan kita sangat menguntungkan sekali, tapi dari pembinaan mental kepada pemain baru yang kita miliki dengan pengalaman yang sagat minim jelas mereka juga membutuhkan pengalam seperti itu. Tapi sudah pasti kita akan sulit bagi kita berprestasi di AFC musim ini,” sambung Jacksen.

Pelatih berusia 53 tahun itu juga membeberkan, bahwa apapun yang sudah diputuskan oleh AFC tentu hal yang baik bagi semua kontestan Piala AFC musim ini. Mengingat, putusan tersebut diambil oleh AFC menyusul lonjakan Covid-9 di wilayah Asean yang membuat negara-negara di wilayah Asia Tenggara tak ada yang bersedia menjadi tuan rumah.

“Kita juga harus sadar dengan musibah dunia yang sedang terjadi ini, bukan sebuah hal yang wajar, sehingga mau tidak mau kita bersyukur juga karena kebijakan dari AFC itu sudah berbagai pertimbangan terutama keselamatan kita,” ujar Jacksen.

“Kita bersyukur, dan saya tidak pernah menyesal dalam kehidupan saya dan itu menjadi pelajaran dalam hidup saya, dan buka hanya kita saja tapi beberapa liga juga ditunda, seperti Euro yang awalnya 2020 ditunda hingga tahun 2021, kita harus memahami hal seperti itu,” pungkas Jacksen. (eri/gin).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *