Tipa: Ambil Baiknya dari Kami, Negatifnya Jangan!

Yustinus Pae.(Erik / Cepos)

Tanggapoan Yustinus Pae (Tipa) Setelah Dicorer dari Persipura Jayapura

“Pada Ian dan Ricardo tetap lanjutkan perjuangan bersama semua adik-adik. Tetap jaga kekompakan seperti keluarga,ambil sisi positifnya dari Kakak Bochi dan kakak Tipa, yang negatifnya jangan”Tipa

Apa tanggapan Tipa paska diluarkan dari skud Persipura beberapa waktu lalu?

(Erianto-Cenderawasih Pos)

Yustinus Pae dan Boaz Solossa merupakan dua mega bintang Persipura Jayapura yang terdepak dari buntut tindakan indisipliner. Namun Yustinus Pae alias Tipa menanggapi pencoretan itu dengan bijak. Bahkan wing back berusia 38 tahun itu menitipkan pesan bagi dua rekannya yang masih bertahan di Persipura, Ricardo Salampessy dan Ian Louis Kabes.

Pasalnya, Ricardo dan Ian Kabes merupakan dua generasi mereka yang masih tersisah di tubuh Mutiara Hitam. Tipa berharap banyak kepada dua rekannya itu agar bisa melanjutkan estafet perjuangan mereka. Apalagi menurut Tipa, setelah dirinya bersama Boaz Solossa tak lagi bersama Persipura, tentu Ricardo dan Ian Kabes menjadi dua panutan bagi para pemain muda yang sedang diproyeksikan untuk masa depan.

Tak hanya itu, pencoretan Boaz dan Tipa juga membuat Persipura kehilangan dua kapten sekaligus. Dimana diketahui, ban kapten utama diemban oleh Boaz Solossa, kemudian Ian Kabes dan disusul oleh Yustinus Pae sebagai kapten nomor tiga tim kebanggaan masyarakat Papua itu.

“Pesan kepada kedua senior Ian Kabes dan Ricardo Salampessy, tetap lanjutkan perjuangan bersama semua adik-adik. Tetap jaga kekompakan seperti keluarga,” ungkap Tipa kepada Cenderawasih Pos saat dihubungi via telepon selulernya, Minggu (11/7) siang.

Selain kepada Ricardo dan Kabes, pemain berusia 38 tahun itu juga menyampaikan pesan penting kepada para panji muda Mutiara Hitam. Legenda Garuda Indonesia itu berharap, para pemain muda Persipura bisa menjaga konsistensi Persipura sebagai tim raksasa yang selalu ditakuti oleh kontestan lainnya.

“Kemudian pesan kepada adik-adik, ambil sisi positifnya dari Kakak Bochi dan kakak Tipa, yang negatifnya jangan. Semoga tahun ini Persipura bisa berprestasi sehingga kita punya harkat dan martabat orang Papua disanjung terus dan tunjukan mental bertanding karena saya yakin kalian mampu,” pungkas Tipa

Tipa Tetap Tunjukan Sikap Profesional

Sikap profesional ditunjukan oleh Yustinus Pae. Meski dirinya bersama Boaz Solossa dicoret secara mengejutkan oleh manajemen Persipura akibat tindakan indisipliner, tapi Tipa sapaan akrabnya tetap menunjukan sikap sebagai pemain profesional.

Pemain yang kini berusia 38 tahun itu tetap melayangkan apresiasi kepada manajemen Persipura yang sudah memberikan kesempatan kepada dirinya selama 14 tahun bisa mengenakan seragam merah hitam milik Persipura Jayapura.

“Saya bersyukur pada kepada Tuhan, karena lewat tim Persipura ada banyak berkat yang saya dapat. Berikut ucapan terima kasih untuk manajemen dari zamannya Bapak Kambu Ketua Umum di tahun 2007 sampai sekarang di zaman Bapak Mano,” ungkap Tipa kepada Cenderawasih Pos aat dihubungi via telepon selulernya.

“Meski Persipura selalu melakukan pergantian pelatih, tapi saya selalu dipercayakan (back sayap kanan) sampai 5 Juli malam saya resmi tidak bersama Persipura lagi,” sambung Tipa.

Secara khusus, Tipa juga menyampaikan terimakasih kepada mantan manajer Persipura, Rudi Maswi yang juga memiliki peran penting dalam kariernya. Ia mengaku, jika peran beliau menjadi salah satu penyemangat bagi pemain dalam tim.

“Yang berikut kepada bapa Rudi Maswi dan ibu sekeluarga yang sudah banyak membantu saya atas nama keluarga. Saya sampaikan banyak terima kasih, kiranya Tuhan akan selalu berkati Bapak Rudi dan keluarga, berlimpah terus dalam berkat. Dan juga kalau ada sepatu baru, jangan lupa Tipa,” ujar Tipa sambil bersenda gurau.

“Kemudian yang terakhir itu, kita (Persipura) tetap keluarga, karena sesuai dengan pujian ‘Dalam Tuhan Kita Bersaudara’ selamat berjuang untuk merah hitam, Persipura tetap Jaya,” pungkas Tipa.

Sekedar diketahui, Tipa bergabung bersama Persipura sejak musim 2007, sejak itu, Persipura bergantung banyak kepada Tipa. Buktinya, hingga namanya dicoret pada 5 Juli silam, tidak satu pun pemain yang bisa menggeser Tipa dari skuad utama Mutiara Hitam. Tipa juga menjadi bagian sejarah prestisius Persipura. Ia sudah tiga kali membantu Persipura merengkuh tiga gelar juara sepakbola kasta tertinggi Indonesia (2009, 2011 dan 2013

Memilih Fokus dengan Keluarga

JAYAPURA – Sejak dicoret oleh manajemen Persipura Jayapura, Yustinus Pae alias Tipa belum berpikir untuk mencari pelabuhan baru. Pemain yang beroperasi sebagai wing back kanan itu memilih untuk menghabiskan waktu bersama keluarganya dari pada harus mencari klub baru.

Mengingat, pencoretan namanya bersama Boaz Solossa dari skuad Mutiara Hitam akibat tindakan indisipliner membuat dirinya lebih fokus bersama keluarga dari pada harus memikirkan lapangan hijau.

“Jadi untuk rencana ke depan sementara ini saya memilih bersama keluarga dulu,” ungkap Tipa kepada Cenderawasih Pos saat dihubungi via telepon selulernya, Minggu (11/7) siang kemarin.

Meski di usianya yang kini berusia 38 tahun, ternyata Tipa belum memikirkan untuk gantung sepatu. Ia mengaku masih memiliki ambisi besar untuk bisa kembali merumput, meski tak bersama Persipura Jayapura, klub yang sudah dibelanya selama 14 tahun itu.

“Tawaran dari klub lain belum ada, tapi saya memang masih memiliki pemikiran untuk bisa bermain lagi. Tapi untuk saat ini saya lebih fokus dengan keluarga dulu, nanti kalau sudah punya klub baru, saya pasti akan menyampaikan,” ujar Tipa.

Tipa, meski usianya kini berada di usia senja karirnya, tapi posisi back sayap kanan di Persipura hingga musim 2020 tak tergantikan, meski Persipura berganti pelatih dan Tipa masih selalu menjadi pilihan utama. Terhitung sejak 2007 silam, hingga kini Tipa telah bermain selama 14 tahun, dan sebagai bek kanan terlama yang pernah dimiliki Persipura

Soal gelar juara, Tipa juga menjadi bagian sejarah prestisius Persipura. Ia sudah tiga kali berdiri di podium juara bersama Persipura (2009, 2011 dan 2013). Tentu hal itu akan menjadi tugas berat bagi sang juru taktik Persipura Jayapura, Jacksen Tiago. Pasalnya posisi yang ditinggal oleh Tipa nyaris tak pernah tergantikan selama satu dekade lebih.

Jacksen juga pernah membeberkan, bahwa ada lubang besar di timnya pasca pencoretan Boaz dan Tipa. Tapi saat disinggung soal regenerasi yang bisa menutupi lubang yang ditinggalkan oleh Tipa serta Boaz, pelatih berusia 53 tahun itu tak ingin menyebutkan dengan gambang. Tapi ia mengaku, timnya saat ini memiliki deretan pemain muda yang memiliki potensi besar untuk bisa menjadi pemain besar di kemudian hari.

“Yang jelas saya tidak akan sebut nama mereka, coba bayangkan beban seorang anak muda jika saya sebut namanya sebagai orang yang akan saya tempatkan sebagai pengganti Tipa dan Boaz, nanti anak itu akan mendapat sebuah beban yang luar biasa dan mungkin saat itu bisa saja tidak berkembang karena aspek psikologis itu yang saya tidak mau,” kata Jacksen.

“Tapi mau tidak mau harus siapkan pemain muda sebagai penerus, saya yakin kita punya beberapa pemain yang punya potensi besar dalam tim kita. Tapi momen ini sangat kritis dimana mendapatkan tekanan yang luar biasa. Ada Boaz dan Tipa saja sudah sulit apalagi tanpa mereka. Intinya saya akan memaksimalkan materi pemain yang ada,” pungkas Jacksen. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *