Penerbangan Ditutup, Razia Masker Bagi Pelaku Usaha

Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua, SE, MSi memimpin razia masker beberapa waktu lalu. Bupati kembali akan melakukan razia masker bagi pelaku usaha, mulai Senin (12/7) hari ini. (Denny/ Cepos)

Pasien Terkonfirmasi Capai 202, Sehari Bertambah 26 Kasus Baru

WAMENA-Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua, SE, MSi menegaskan selain menutup penerbangan selama 14 hari, pemerintah juga akan menerapkan wajib masker kepada para pelaku usaha yang ada di Jayawijaya, mulai Senin (12/7) hari ini. Artinya penerapan Protokol kesehatan ini dimulai dari pelaku usaha dulu, sebab mereka dinilai paling sering melakukan kontak dengan masyarakat.

  “Kita akan berikan imbauan kepada pemilik tempat usaha agar mewajibkan karyawannya untuk memenuhi protokol kesehatan  dengan menggunakan masker, baik itu penjaga toko, kios, warung, Cafe, dan Conter HP semua harus menggunakan masker,”tegasnya Sabtu (10/7) kemarin.

  Ia mengakui jika selain razia, pemerintah juga akan memberikan imbauan kepada masyarakat di Jayawijaya, dan juga akan mengambil sampel Swab Antigen di beberapa titik. Sebab, sejak Jumaat malam ada 13 pengungsi dari Kabupaten Yalimo yang merasa bergejala datang ke Bethesda untuk melakukan Swab Test dan hasilnya semuanya positif Covid -19.

  “Kontak pengungsi ini yang kami akan pressing,  sehingga mulai Senin (hari ini) akan kita lakukan uji sampel, kita juga akan koordinasi dengan paguyuban untuk mencari warganya, kita takut jangan sampai tersebar di Wamena semakin besar,”jelasnya.

  Bupati Banua mengatakan, saat di Yalimo pengungsi ini  berdomisili di dua tempat, yakni Koramil Yalimo dan Polres Yalimo, dan dari keterangan awal pada pengungsi yang lebih dulu dikarantina, saat di penampungan rata -rata ada beberapa orang yang memiliki gejala sama dengan warga yang telah terkonfirmasi positif.

  “Yang jadi masalah, pengungsi dari Yalimo sudah tidak berkumpul di Tongkonan dan sudah dibawa  keluarga dan kerabatnya untuk ditampung di Jayawijaya, ini yang ditakutkan dan harus dicari. Oleh sebab itu,  tempat ibadah juga kita tutup, sebab ditakutkan dengan pengungsian ini sudah ikut keluarga dan datang ke tempat ibadah akan terjadi penularan yang besar,”katanya.

  Ia mengharapkan kabupaten-kabupaten pemekaran juga harus menjaga wilayahnya dengan melakukan pemeriksaan bari warga yang masuk ke wilayahnya dengan melakukan Swab. Bupati mengaku saat kunjungan ke Kabupaten Tolikara ada 20 lebih pasien yang dirawat, begitu juga dengan Kabupaten Lanny Jaya, hasil swab yang dikirim ke Jayawijaya hasilnya positif.

  “Saya kira penyebaran Covid -19 tak hanya di Wamena, sekarang di kabupaten pemekaran juga sudah ada, sebab terkadang  pesawat berbadan kecil yang masuk bisa langsung dari Jayapura ke Tolikara maupun ke Lanny Jaya,” bebernya.

  Ia menambahkan untuk pengawasan jalan darat, pemda Jayawijaya sudah melakukan pembicaraan dengan Kapolres Jayawijaya untuk bagaimana menindak lanjuti di Pos Kurulu, dan pihaknya akan menyiapkan petugas, sebab warga yang masuk dari arah jayapura selalu melaporkan diri di Polsek Kurulu dan itu bisa langsung dilakukan pemeriksaan.

  Ia juga mengakui jumlah pasien Covid di Jayawijaya meningkat sangat drastis. Dimana per sabtu kemarin ada tambahan 26 positif covid, sehingga  jumlah pasien yang dirawat saat ini mencapai 202  dan hanya 3 orang. (jo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *