KMN Vee Vie Tenggelam, Satu Anggota TNI AL Hilang

Nahkoda  dan KKM KMN Vee Vie Ahmad alias Vokalis dan Rahmad saat datang melaporkan musibah kecelakaan kapal  yang dialami ke Satuan Polisi Air Polres Merauke, Sabtu (10/7).(Humas Polres Merauke For Cepos)

foto dokumen  Kapal KMN VeeVie yang tenggelam

MERAUKE-Musibah kecelakaan laut dialami KMN Vee Vie. Kapal penangkap ikan yang memiliki bobot 24 GT tersebut tenggelam di Perairan Arafura Lampu Satu, Merauke, Sabtu (10/7) sekitar pukul 04.00 WIT. Akibat kecelakaan laut ini, menyebabkan satu penumpang, yakni seorang anggota Lantamal XI Merauke bernama Praka Nursalam yang akan melakukan tugas di Satgas Pamtas Kali Torasi, dinyatakan hilang dan masih dalam pencarian.

   Kapolres Merauke AKBP Ir. Untung Sangaji, MHum melalui Kasat Polair AKP Burhanuddin P, membenarkan ketika dikonfirmasi tentang musibah kecelakaan  laut tersebut. Menurut Kasat Polair, musibah kecelakaan ini berawal saat kapal dengan 8 awak kapal ditambah dengan penumpang dari anggota TNI AL tersebut berangkat dari Pelabuhan Mansur menuju ke Laut Torasi untuk menjaring ikan.

   Kemudian di dalam perjalanan, sekitar pukul 04.00 WIT, posisi sekitar 2 mil dari Lampu Suar hijau Perairan Arafura Lampu Satu, kapal laras karena arus kencang dan tersapu ombak sekitar 1 meter lebih. Kemudian kapal miring ke kanan dan haluan kapal tiba-tiba tenggelam.

   Nahkoda Ahmad alias Vokalis sebagai pelapor  dan semua ABK masih tetap berpegangan pada bagian belakang atau buritan kapal yang masih timbul. Sedangkan korban Praka Nursalam pada saat itu sendiri melompat untuk menggapai drum biru yang sementara hanyut dan terbawa gelombang.

  Saat itu cuaca gelap sehingga pelapor dan ABK lainnya melihat korban sudah memegang  drum, namun perlahan menjauh dan tidak terlihat lagi. Kemudian sekitar pukul 08.00 WIT, Nahkoda dan 7 ABK lainnya berhasil ditolong oleh perahu semang yang akan masuk ke pinggir pantai Lampu Satu sehingga berhasil selamat.

   Sementara korban penumpang atas nama Praka Nursalam masih dalam pencarian. “Dugaan sementara dari pelapor terkait kejadian tersebut, disebabkan faktor cuaca buruk, angin kencang dan gelombang tinggi mengakibatkan kapal tenggelam. ‘’Pencarian terhadap korban masih sedang dilakukan,’’ pungkasnya. (ulo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *