Klaster Pelabuhan Penyumbang Terbesar Penularan Covid-19

dr. Ni Nyoman Sri Antari.(Gratianus silas/cepos)

*Keterisian Rumah Sakit Penuh, LPMP Kotaraja Capai 90 Persen

JAYAPURA– Wakil Wali Kota Jayapura, Ir. Rustan Saru, MM., harus mengakui bahwa angka penularan Covid 19 di Kota Jayapura termasuk yang tertinggi di Papua saat ini. Angkanya terus meningkat hingga kini totalnya mencapai 450 lebih kasus.

“Kita naik gunung terus. Di Kota Jayapura, sudah tiga kali kita naik gunung. Ini yang keempat. Padahal di pertengahan Juni itu sudah melandai dengan hanya 84 orang terpapar,” ungkap Ir. Rustan Saru, MM., Sabtu (10/7) kemarin.

Namun, ketika bandar udara dan pelabuhan dibuka, kasus melonjak dengan tajam. Kata Wawalkot Rustan, angka penularan paling massif berasal dari klaster pelabuhan, dalam hal ini warga luar Papua yang masuk Papua melalui Pelabuhan Jayapura.

“Ini klaster pelabuhan. Kita lakukan pengetatan di pelabuhan itu, hanya dua minggu kita tes (operasi yustisi), ada 10.300 penumpang yang turun di pelabuhan. Kita ambil sampel pemeriksaan terhadap 10 persen penumpang saja, yakni 1.300 penumpang yang bukan penduduk Papua dan baru datang dari luar Papua. Kita dapatkan 130 yang positif,” terangnya.

“Demikian, 130 yang positif itu juga 10 persen dari 1.300 yang kita tes. Saat ini Wali Kota Jayapura perintahkan kita untuk buka LPMP Kotaraja untuk berikan perawatan bagi yang positif tanpa gejala. Di sana, sudah hampir penuh, di mana 80 – 90 persen sudah terisi. Rumah sakit juga penuh semua,” jelasnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Jayapura, dr. Ni Nyoman Sri Antari, meminta masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan terhadap penularan Covid 19 di Kota Jayapura.

“Masyarakat tolong aware. Covid 19 ini tidak main-main. Angka kematian juga bertambah. Ini (Jumat, 9 Juli) bertambah lagi 3 pasien meninggal dunia, masing-masing dari RS Provita, RSUD Abepura, dan RS Dian Harapan. Ditambah, angka kasus kita yang terus melonjak tinggu di bulan Juli ini,” tambah dr. Ni Nyoman Sri Antari.

“Mungkin masih banyak juga yang memiliki gelaja sakit Covid 19 ringan, tapi tidak melapor. Rumah sakit juga sudah penuh. Demikian, diharapkan dengan sangat agar masyarakat aware, masyarakat harus sayangi diri dan sayangi orang lain. Prokes itu yang harus terus diterapkan. Jangan kendorkan penerapan prokes,” pungkasnya. (gr/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *