Bupati Minta Peta Penyebaran Covid

Bupati Merauke  Drs. Romanus Mbaraka, MT saat berbincang dengan para pimpinan SKPD seusai menggelar rapat evaluasi di Auditorium Kantor bupati Merauke, Sabtu (10/7) .(Sulo/Cepos)

MERAUKE-Bupati Merauke Drs Romanus Mbaraka, MT meminta Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke dan Direktur  RSUD Merauke untuk membuat peta  penyebaran Covid-10 di Kabupaten Merauke.

   “Rapat tadi, salah satu instruksinya meminta kepala Dinas Kesehatan dan Direktur RSUD Merauke untuk dibuat peta penyebaran Covid  berdasarkan domisili dari masing-masing warga  yang terpapar Covid,” kata  Bupati  Romanus Mbaraka.

  Rapat itu sendiri tertutup bagi wartawan. Sedangkan sasarannya, jelas dia, pihaknya akan melakukan sosialisasi di lingkungan sekitar warga yang terpapar Covid, sekaligus akan dilakukan pengecekan medis apakah dengan antigen atau swab.

   “Sementara khusus yang terpapar Covid, rumah dan keluarga sekalian kita periksa lengkap dan lingkungan sekitarnya sambil  kita sosialisasi tentang dampak Covid,” jelasnya.

  Selain itu, serbuan vaksin akan dilakukan, untuk menambah  kekebalan tubuh bagi warga yang ada di lingkungan yang terpapar Covid. “Saya juga minta kepada pimpinan OPD agar care  dengan Covid dan berani proteksi diri sendiri dengan keluarga serta  di lingkungan kantor. Termasuk sekarang dengan  masuk kantor kerja 50 persen dengan sistem shift,” terangnya.

   Sementara untuk perjalanan dinas, menurut Bupati   Romanus Mbaraka  bahwa untuk sementara seluruhnya ditutup atau tidak ada perjalanan dinas berkaitan dengan kebijakan  yang dirinya terapkan untuk air line. “Jadi tidak ada lagi  pegawai yang melakukan perjalanan keluar Merauke selama  kebijakan pembatasan penerbangan berlaku,” katanya.

  Sementara untuk  perjalanan ke distrik,  sambung Bupati Romanus Mbaraka, agar orang yang  dari daerah zona merah tidak membawa virus Covid, maka  pegawai yang akan melakukan perjalanan dinas wajib melakukan pemeriksaan antigen dimana pegawai yang akan melakukan perjalanan ke  kampung-kampung dibatasi. Cukup 2-3 orang.

    Soal banyak warga yang tidak dapat divaksinasi karena tidak memiliki NIK,  menurut  bupati  Romanus Mbaraka  bahwa untuk KTP dan Karta Keluarga sementara dibenahi. “Kalau dari warga lokal jarang  datang vaksinasi ada hubungannya dengan NIK dan KK. Tapi, juga ada opini  yang berkembang di orang Papua bahwa akhirnya nanti suntik kita. Opini lain  bahwa virus ini bukan datang ke orang Papua.  Ini juga sudah menjadi intruksi dari saya kemarin untuk Tim Covid-19, dari TNI dan Polri yang jalan dan kita semua. Kita terima kasih  kepada teman-teman yang terus melakukan serbuan vaksinasi, baik dari Kepolisian, TNI Angkatan Darat, Laut dan Udara. Puji Tuhan  semua ini berjalan,” tandasnya.

  Disinggung lebih jauh soal kekurangan tenaga kesehatan (Nakes ) di RSUD Merauke akibat banyak yang terpapar  Covid, menurut Bupati Romanus Mbaraka bahwa rekruitmen relawan tetap jalan. “Kita upayakan semua elemen kita libatkan. Kalau teman-teman Nakes secara tehnis menangani medis, tapi untuk sosialisasi dan lain-lain kita lakukan secara terpadu,” tambahnya. (ulo/tri)     

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *