Senin, Pembatasan Aktivitas Masyarakat Diberlakukan

Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE, M.Si saat memimpin rapat koordinasi pembentukan tim sekretariat PPKM di Kantor Bupati Jayapura, Sentani, Jumat (9/7).(Robert Mboik Cepos)

*Bupati Prihatin, Banyak Warga Tidak Peduli Prokes

SENTANI-Pemerintah Kabupaten Jayapura akan memberlakukan kembali pembatasan jam aktivitas masyarakat baik aktivitas sosial maupun kegiatan ekonomi di Kabupaten Jayapura. Namun pembatasan ini lebih difokuskan di 3 distrik yaitu Distrik Sentani, Sentani Timur dan Waibu.

Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw,  SE, M.Si mengatakan, pembatasan jam aktivitas masyarakat di Kabupaten Jayapura mulai diberlakukan pada Senin, (12/7). Dimana kegiatan hanya bisa berlangsung mulai pukul 6 pagi sampai pukul 18 WIT.

“Kita akan keluarkan surat, Senin mulai berlaku untuk aktivitas masyarakat hanya sampai pukul 18.00 WIT atau jam 6 sore,”kata Mathius Awoitauw, kepada wartawan di Kantor Bupati Jayapura, Jumat, (9/7) kemarin.

Dikatakan, pemberlakuan pembatasan aktivitas masyarakat itu kembali diterapkan mengingat angka temuan kasus baru yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Jayapura belakangan ini cukup tinggi. Dengan diberlakukan pembatasan jam aktivitas masyarakat itu diharapkan dapat membantu mempercepat penanganan guna memperhambat dan menekan penyebaran Covid-19 di tengah masyarakat.

“Angka semakin naik sehingga kita harus melakukan pembatasan waktu beraktivitas bagi masyarakat,”katanya.

Untuk memastikan pembatasan aktivitas masyarakat ini berjalan baik, pihaknya akan mengerahkan seluruh anggota Satpol PP untuk mengamankan kebijakan itu.

Sejauh ini pihaknya sudah membentuk tim sekretariat. Sehingga tim sekretariat ini akan bekerja untuk mengecek semua, penanganan Covid-19 di Kabupaten Jayapura.

“Kita akan kerahkan anggota satpol PP ada sekitar 130-an untuk pengawasan di setiap aktivitas,”ujarnya.

Dirinya minta peran RT/RW, lurah dan kepala kampung di 3 distrik tersebut agar terlibat aktif dan menjadi penggerak untuk menyosialisasikan terkait penanganan Covid-19 ini, termasuk mengajak masyarakatnya untuk melakukan karantina mandiri apabila telah melakukan perjalanan dari luar atau terkonfirmasi positif Covid-19.

Bupati Mathius juga mengaku sangat prihatin atas kepedulian masyarakat menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes) yang dinilai sangat kurang.

“Saya perihatin, masyarakat banyak tidak terapkan Prokes, ini sumbang banyak kasus baru juga,” kata Mathius Awoitauw saat ditemui wartawan di Kantor Bupati Jayapura, Jumat (9/7).

Dalam dua pekan terakhir ini, jumlah yang terkonfirmasi positif Covid-19 sudah mencapai 209 orang. Jumlah tersebut tersebar di sejumlah wilayah Kabupaten Jayapura, namun yang terbanyak di Distrik Sentani Kota.

Bupati berharap upaya vaksin bagi seluruh masyarakat di Kabupaten Jayapura ini sebagai langkah yang tepat untuk menghambat penyebaran Covid- 19 di tengah masyarakat.

“Selain vaksin kita, juga wajib terapkan Prokes, menjaga jarak, memakai masker dan rajin mencuci tangan,”pungkasnya.(roy/tho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *