Pengusaha Telur Lokal Tidak Tambah Produksi

Telur lokal Brand Mahkota yang dijual di salah satu kios di Abepura, Jumat (9/7) kemarin.(Priyadi/Cepos)

JAYAPURA-Saat Pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX 2021 Papua, kebutuhan telur tentu tidak sedikit karena ada kontingen yang datang di Papua maupun para tamu, sehingga kebutuhan  telur sangat banyak. Untuk memenuhi kebutuhan telur tidak bisa mengandalkan telur lokal, namun  harus tetap mendatangkan telur dari luar pulau.

  Distributor Telur lokal brand “SR”, M. Parso mengaku, saat ini produksi telur lokal brand “SR”belum bisa memenuhi kebutuhan masyarakat di Kota Jayapura. Harus ditunjang dengan telur antar pulau (Anpu)yang didatangkan dari Surabaya, karena telur lokal juga dikirim ke berbagai kabupaten di Papua. Jadi mau tidak mau harus ada telur Anpu yang didatangkan  di Kota Jayapura termasuk pada saat PON XX.

Hal senada juga dikatakan General Manager PT. Harvest Pulus Papua, Brand Telur Ayam “Mahkota”, Ronald Stenley mengungkapkan bahwa adanya PON XX 2021 pasti akan mempengaruhi peningkatan permintaan kebutuhan telur, namun pihaknya tidak meningkatkan produksi telurnya, karena dalam menambah produksi ayam petelur membutuhkan investasi yang sangat besar dan waktu cukup lama tidak hanya 1 bulan 2 bulan.

Saat PON XX nantinya jika ada pasokan telur Anpu dari luar tidak masalah, karena selama ini juga telur lokal belum bisa memenuhi kebutuhan masyarakat, apalagi pihaknya dalam satu hari hanya bisa memproduksi 50 ribu butir telur.

“Adanya PON XX 2021, kita selaku pelaku usaha distributor telur Mahkota belum bisa menambah produksi ayam petelur , karena PON hanya berlangsung 2 minggu sementara untuk menghasilkan ayam petelur butuh waktu berbulan-bulan dan investasinya besar jadi saat PON kita masih tetap produksi telur seperti biasa,”tegasnya.(dil/ary)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *