Kasus Covid-19 Membludak, Bupati Herry Datangi RSUD

Bupati Herry Ario Naap, S.Si.,M.Pd ketika menanyakan perkembangan perawatan pasien Covid-19 di RSUD Biak, Jumat (9/7) kemarin.(Fiktor/Cepos)

BIAK-Bupati Herry Ario Naap, S.Si.,M.Pd kembali melakukan kunjungan ke RSUD Biak, Jumat (9/7) kemarin. Kunjungan itu dilakukan Bupati menyusul membludaknya pasien yang terpapar Covid-19 di bagian isolasi. Bahkan ruang perawatan yang ada di gedung isolasi Covid-19 kapasitasnya sudah penuh dengan pasien yang dinyatakan positif.

   Menurut data yang ada di Dinas Kesehatan Kabupaten Biak Numfor, jumlah pasien dirawat di RSUD Biak akibat dinyatakan positif terpapar Covid-19 sebanyak 63 pasien dari total 245 pasien yang dinyatakan positif di Kabupaten Biak Numfor saat ini.  Sementara pasien lainnya yang tidak bisa dirawat di RSUD Biak diwajibkan menjalani isolasi mandiri di rumahnya masing-masing.

   Bupati Herry Ario Naap, S.Si.,M.Pd yang menemui sejumlah dokter di RSUD Biak meminta supaya pelayanan di rumah sakit harus ditingkatkan dan minimal berjalan seperti biasanya, dan tidak terganggu akibat adanya peningkatan pasien Covid-19.

   Selain itu, Bupati juga meningatkan supaya setiap perawat, petugas kesehatan dan semua yang ada di RSUD Biak, termasuk masyarakat yang datang di rumah sakit supaya tetap menjaga protocol kesehatan pencegahan Covid-19.

  “Saya mengajak semua pihak, mari kita menyatukan tekad bersama untuk sama-sama memutus mata rantai penularan Covid-19 di Kabupaten Biak Numfor, pasti bisa. Caranya, patuhi protocol kesehatan dan himbauan dari pemerintah, saya yakin dengan begitu Covid-19 akan berlalu dari Kabupaten Biak Numfor” imbuh Bupati Herry Naap.

  Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Biak Numfor Daud N. Duwiri, S.KM.,M.Kes mengakui bahwa, kondisi RSUD Biak saat ini mengalami kekurangan tenaga perawat karena banyak tenaga perawatnya yang terpapar Covid-19.  “Data yang baru-baru dilaporkan ke kami, tidak kurang dari 75 tenaga kesehatan di RSUD Biak dinyatakan terpapar Covid-19, sebagian besarnya masih diisolasi. Akibatnya, di rumah sakit saat ini kekurangan tenaga perawat,” ungkapnya.

   Terkait dengan itu, lanjutnya, maka tenaga kesehatan (perawat) yang bertugas di sejumlah Puskesmas khususnya yang statusnya kontrak digeser untuk sementara membantu perawatan di RSUD Biak, sebab jika tidak maka perawatan pasien di Biak bakal mengalami kendala akibat banyaknya perawat yang diisolasi karena dinyatakan positif Covid-19. (itb/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *